Wednesday, October 19, 2016

Satgas Anti Narkoba Dibutuhkan Dalam Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Wilayah Jakarta Selatan

 
Jakarta - Dalam upaya pencegahan narkoba di masyarakat dibutuhkan pembentukan kembali satgas anti narkoba, satgas inilah yang nantinya menjadi perpanjangan tangan BNN di masyarakat. Bahasan tentang satgas ini disampaikan oleh Kepala BNNP DKI Jakarta Drs. Wahyu Adi, SH, M.Si dalam rapat kerja pemetaan yang diselenggarakan oleh BNNK Jakarta Selatan di Gedung Nyi Ageng Serang Lantai 7, Selasa (18/10). Menurut penelitian Badan Narkotika Nasional dan Univeristas Indonesia di tahun 2015, prevalensi penyaahgunaan narkoba di DKI Jakarta menduduki peringkat pertama. Narkoba sudah merusak semua lini dan tingkat usia, sehingga diperlukan peran serta dari masyarakat untuk bersama - sama membantu upaya pemerintah dalam menaggulangi bahaya narkoba. Di wilayah DKI Jakarta, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) yang baru terbentuk yaitu di Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Pada tahun 2009, pemerintah DKI Jakarta melalui Pergub Nomor 209 Tahun 2009 telah membentuk Unit Narkotika Kecamatan (UNK) dan Pos Penanggulangan Narkotika Kelurahan (P2NK) yang berada di tingkat Kecamatan dan Kelurahan setempat, tapi saat ini keberadaannya belum difungsikan kembali. Kepala BNNK Jakarta Selatan dr. Amrita Devi, Sp.Kj, M.Si menyampakan dalam rapat bahwa untuk menjangkau masyarakat sampai pada tingkat RT dan RW, UNK dan P2NK diharapkan dapat menggerakkan potensi masyarakat dalam kegiatan P4GN secara optimal dan berkelanjutan. Sinergi dengan instansi terkait diharapkan dapat direalisasikan agar UNK dan P2NK dapat aktif kembali sesuai tugas dan fungsinya sebagai satgas anti narkoba di masyarakat. Kegiatan rapat ini dihadiri oleh Dewan Kota Jakarta Selatan, Forum Lintas Ormas (FLO) dan juga FOKAN Jakarta Selatan.

Upaya pemerintah dalam menekan laju penyalahgunaan narkoba sangat variatif, tetapi para bandar juga semakin "kreatif" dalam menciptakan produk narkoba jenis baru yang beberapa diantaranya belum tercantum dalam Undang - Undang. Saat ini BNN juga sudah melakukan berbagai upaya preventif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di masyarakat, salah satunya yitu dengan dibentuknya para penggiat anti narkoba dana razia di THM dan tempat lain yang disinyalir sebagai sarang narkoba, BNN telah merekrut sejumlah pawang anjing dan juga anjing pelacak. Saat razia banyak ditemukan kasus narkoba yang dikonsumsi oleh pengunjung, sehingga pihak THM diharapkan dapat mencegah mewaspadai terjadi peredaran narkoba di dalam lokasi hiburan. (wan) 

Foto lainnya :

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Translate

Featured Post

Pemeriksaan Urine di SMAN 70 Jakarta

Senin (16/10) BNNP DKI Jakarta melalui Seksi Pemberdayaan Masyarakat melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Tes Urine di beberapa lokasi. Kegia...

Powered by Blogger.

Blog Archive

Popular Posts

Contact Form

Name

Email *

Message *

Total Pengunjung