Wednesday, December 7, 2016

Pemusnahan Barang Bukti

Jakarta – Monas, Selasa 06 Desember 2016 pukul 10.00 WIB s.d selesai Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia melakukan Pemusnahan Barang Bukti Dari hasil sitaan 2 bulan terakhir dan Pemusnahan yg ke 15 ditahun 2016 ini dengan hasil sitaan terbesar. Pada Pemusnahan Barang Bukti ke 15 ini mengambil Tema "Wujud Nyata Kehadiran Negara Dalam Menyelamatkan Generasi Bangsa Dari Ancaman Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba"

15 Ribu Korban Narkoba Meninggal Tiap Tahunnya, Presiden Jokowi: Berapa Pengedar dan Bandar yang Meninggal?

Presiden Joko Widodo tak bosan-bosannya untuk menyatakan perang terhadap penyalahgunaan narkoba. Hal tersebut ditegaskannya sekali lagi saat menyaksikan pemusnahan barang bukti berbagai jenis narkoba di Lapangan Monas.
 

“Kalau melihat barang seperti ini, kita harus sekali lagi menyatakan perang besar terhadap narkoba,” geram Presiden.


Berdasarkan laporan Kepala Badan Narkotika Nasional, Budi Waseso, dalam acara tersebut akan dimusnahkan sebanyak 445 kilogram sabu, 190.840 butir ekstasi, 422 kilogram ganja kering, dan 323 ribu butir Happy five. Semua itu merupakan barang bukti narkoba hasil penindakan kejahatan narkoba sejak dua bulan terakhir yang didapatkan dari 29 tersangka.

 
“Ini jumlah yang sangat besar sekali,” ujar Presiden menanggapi laporan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden sekali lagi mengingatkan betapa banyaknya korban yang telah berjatuhan dari para generasi muda akibat narkoba.

“Sekali lagi saya sampaikan, 15 ribu generasi muda kita mati setiap tahun karena narkoba. Berapa pengedar dan bandar yang mati setiap tahunnya? Ini pertanyaan untuk Kepala BNN. Tolong ini diberikan garis bawah,” tegasnya.

Hadir dalam acara pemusnahan barang bukti narkotika tersebut di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso, dan Plt. Gubernur DKI Jakarta Sumarsono.


Keberhasilan BNN dalam mengungkap kejahatan narkotika ini merupakan wujud sinergitas yang telah dilakukan BNN dengan aparat penegak hukum lainnya, seperti Polri, TNI, Bea dan Cukai, Kejaksaan Agung, serta Kementerian Hukum dan HAM. Tak hanya itu, keberhasilan ini juga didukung oleh lembaga negara lainnya, seperti PPATK, OJK, dan Bank Indonesia dalam mengungkap perputaran uang bernilai fantastis hasil berbisnis narkotika.

Dengan komitmen dan kerja sama yang baik dalam upaya pemberantasan narkotika di Indonesia, BNN optimis peredaran gelap narkotika dapat diberantas hingga ke akar-akarnya, mulai dari pengedar, bandar, hingga jaringan internasional.

BNN juga berharap sinergitas seperti ini tidak hanya pada aparat penegak hukum dan instansi terkait saja tetapi juga dengan seluruh komponen bangsa. Oleh karena itu, BNN mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama ‘angkat senjata’ perang melawan narkotika!!!

MENGHITUNG PENYALAHGUNA

1 gram sabu menyelamatkan sekitar 5 orang atau 5 penggunaan
1 butir xtc menyelamatkan sekitar 1 orang atau 1 penggunaan
1 linting ganja identik dg  2 gram ganja menyelamatkan sekitar 1 orang atau 1 penggunaan
1 butir H 5  menyelamatkan sekitar 1 orang atau 1 penggunaan.
Hasil diskusi dg Deputi Pemberantasan dan Dir P2 tgl 5 Desember 2016

Dengan melakukan pemusnahan barang bukti pada hari ini, sebanyak ± 3.000.000 anak bangsa dapat terselamatkan dari penyalahgunaan narkotika. #stopnarkoba #KE2JANYATA #TOLERANSI

Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin
Diteruskan oleh Humas BNN Kota Jakarta Timur

Foto Lainnya :

  Pengetesan barang Bukti didepan Bapak Presiden oleh Team dari Balai Laboratorium BNN 

Pemusnahan barang Bukti kedalam alat Insenerator oleh Bapak Presiden Joko Widodo

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Translate

Powered by Blogger.

Blog Archive

Popular Posts

Contact Form

Name

Email *

Message *

Total Pengunjung