Wednesday, August 31, 2016

Kegiatan Penyusunan Finalisasi Draft Modul Tentang Standar Prosedur Layanan Pasca Rehabilitasi

kegiatan penyusunan finalisasi draft modul tentang standar prosedur layanan pasca rehabilitasi , tgl 24-26 agustus 2016 di hotel dafam teras kita jaktim, acara diselenggarakan oleh deputi rehabilitasi BNN.jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 30 orang kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan modul tentang standar prosedur layanan pasca rehabilitasi #stop narkoba

Share:

Menghadiri Undangan Rapat Presentasi Draft Laporan Akhir

Kabid Rehabilitasi BNNP DKI Jakarta sebagai salah satu peserta undangan Rapat presentasi draft laporan akhir perlindungan hak anak pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkoba dalam perspektif hak sipil yang diselenggarakan pada tanggal 30 Agustus 2016 di gedung Ditjen HAM.



 
Share:

Rapat Terbatas Penyamaan Persepsi Penanganan Tindak Pidana Narkotika di Wilayah Hukum Jakarta Utara


 
Kepala BNNP DKI Jakarta menghadiri dan membuka kegiatan Rapat Terbatas Penyamaan Persepsi Penanganan Tindak Pidana Narkotika di Wilayah Hukum Jakarta Utara, yang diselenggarakan oleh BNNK Jakarta Utara di Gedung Mitra Praja Lt. 2, Jl. Sunter Permai Raya No. 1, Jakarta Utara, dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 31 Agustus 2016 pukul 09.00 WIB - selesai.

Pembicara dalam kegiatan ini adalah dari Direktorat Hukum dan Kerjasama BNN, DirektoratIV T.P. Narkoba Bareskrim Polri, Direktur Tindak Pidana Umum Lainnya (TPUL) Kejaksaan Agung RI, dan Panitera Muda Pidana Khusus Mahkamah Agung RI. 

Pada rapat ini, juga mengundang antara lain : Kabid Pemberantasan BNNP DKI Jakarta, Bupati Kabupaten Adm. Kepulauan Seribu, Kepala BNNK Jakarta Timur, Kepala BNNK Jakarta Selatan, Kepala Balai Pemasyarakatan Jakarta Timur, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Kepala Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kepala Bea Cukai Tanjung Priok, Kapolres Jakarta Utara, Kapolres Kepulauan Seribu, Kapolsek di wilayah Jakarta Utara, Kepala Sudin Sosial Jakarta Utara, Kepala Sudin Sosial Kepulauan Seribu, Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Utara, dan Kepala Sudin Kesehatan Kepulauan Seribu.

Foto lainnya :










Share:

Rapat Kerja Pemetaan Wilayah Rawan Narkoba di Jakarta Selatan








Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Selatan bersama kantor Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan rapat kerja (raker) pemetaan dalam rangka pemberdayaan lingkungan masyarakat anti narkoba. Kegiatan rapat kerja bertempat di Aula Kantor Kelurahan Pulo Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada hari Rabu (31/08/2016). Peserta yang hadir berasal dari Polsek Kebayoran Baru, Staf Kelurahan Pulo dan Forum Kewasdaan Dini Masyarakat (FKDM)  di wilayah kecamatan dan tingkat kota Jakarta Selatan. Kepala BNN Kota Jakarta Selatan dr. Amrita Devi, Sp.KJ,M.Si mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk saling share informasi dan data tentang permasalahan narkoba di setiap kecamatan.
Para peserta diundang dalam rapat kerja (raker) untuk membahas pemetaan daerah rawan narkoba di lingkungan masing-masing. Perwakilan FKDM di setiap wilayah Kecamatan ini juga memberi keterangan tentang titik-titik mana saja yang tergolong rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Masing-masing kecamatan punya kantong-kantong kerawanan narkoba dan permasalahan sendiri dalam mengungkap bahaya narkoba yang terjadi di masyarakat. Setelah kegiatan raker ini dilaksanakan, FKDM menjadi mitra BNN dalam mengawasi tindak penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Informasi yang di miliki oleh FKDM dapat diteruskan kepada BNN Kota Jakarta Selatan untuk selanjutnya dapat segera diproses dan ditindaklanjuti. 
Hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini Indra Yuswar selaku perwakilan dari Kepala Kantor Kesbangpol Kota Jakarta Selatan, beliau memaparkan permasalahan narkoba saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Banyak dari penyalahguna narkoba di wilayah Jakarta Selatan adalah hanya sebagai pemakai, bukan sebagai bandar dan mereka mendapat suplay barang haram tersebut dari wilayah di luar Jakarta Selatan. Data penyalahguna yang di dapat oleh pemerintah kota Jakarta Selatan belum maksimal dikarenakan bahaya narkoba merupakan fenomena gunung es. Dimana penyalahguna narkoba banyak yang belum teridentifikasi dan melaporkan diri ke IPWL, sehingga FKDM yang diturunkan ke masyarakat diharapkan dapat menjadi garda awal dalam pencegahan bahaya narkoba. (ans)




Share:

Featured Post

Zona Integritas

- Humas BNNP DKI Jakarta -. Powered by Blogger.

Blog Archive

Popular Posts

Total Pengunjung