Thursday, February 9, 2017

Bimbingan Teknis ke BNNK dalam rangka penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah hari Kedua

Pelaksanaan Bimbingan teknis ke BNNK yang diselenggarakan oleh Bidang Rehabilitasi BNNP DKI Jakarta dalam rangka Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah di Hotel Dafam Teraskita, pada hari kedua tanggal 9 Februari 2016, Narasumber dari Dit PLRIP, Dit Pascarehabilitasi dan BNNP DKI Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan bimbingan teknis pelaksanaan rehabilitasi, khususnya bagi BNNK wilayah DKI Jakarta sehingga terciptanya sinergitas dan koordinasi yang baik antara BNNP dan BNNK dalam pelaksanaan kegiatan pada Tahun Anggaran 2017.

Share:

​Agus Suwarno : Ingin Habiskan Sisa Umur Kampanyekan Bahaya Narkoba

B/ADV-1/II/2017 HUMAS

Jakarta, 9 Februari 2017

Agus Suwarno (69) seorang pria asal Jepara menempuh jarak 549,5 kilometer dan menghabiskan waktu dua pekan untuk berjalan kaki dari dari desanya yaitu Dukuh Randu Sari, Jepara menuju Jakarta untuk bertemu Kepala BNN, Budi Waseso.  Kepada reporter Humas BNN, Agus menyatakan ingin menghabiskan sisa umurnya untuk mengkampanyekan bahaya narkoba. 

Di ruang tunggu, Agus menceritakan kisahnya hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan perjalanan panjang dari Jepara ke Jakarta, mulai tanggal 23 Januari tengah hari hingga 8 Februari tengah malam. 

Bertemu Kepala BNN Jadi Kenyataan

Raut sumringah pun tampak jelas dari wajah Agus Suwarno, saat Kepala BNN, Budi Waseso menerima kehadirannya di lobby BNN, Kamis (9/2/17). Agus pun langsung berjabat tangan erat dan setelah itu ia mendapatkan sebuah apresiasi berupa pin bertuliskan “Penggiat Anti Narkoba” yang ditempelkan langsung oleh Kepala BNN. 

Dalam pertemuan singkat ini, Agus yang pernah menjadi kuli panggul di Tanjung Priok ini menyampaikan aspirasinya yaitu tentang permintaan pembangunan kantor BNN Kabupaten di daerahya. Menurut Agus, persoalan narkoba di daerahnya sangat mengkhawatirkan. Ia menuturkan di daerahnya, ada seorang pelajar SD yang mengalami mabuk setelah menyantap pisang goreng yang ternyata telah dicampuri dengan narkoba. Ia juga merasakan betapa banyaknya pemberitaan tentang narkoba di media massa, sehingga membuat hati Agus tergerak untuk melakukan aksi nyata menangkal ancaman narkoba. 

Di hadapan pimpinan BNN ini juga Agus menyampaikan harapan keduanya yaitu  ia ingin mendapatkan ijin untuk bisa keluar masuk sekolah dalam rangka memberikan sosialisasi bahaya narkoba pada para pelajar. 

“Harapan besar tentu saya ingin agar generasi muda saat ini sama sekali tidak mengenal narkoba sehingga tidak terjerumus”, ungkap Agus di hadapan media yang meliputnya. 

Kepada Buwas, ia juga menyampaikan bahwa aksi nyata menangkal ancaman narkoba sudah ia rintis di desanya. Bersama dengan jajaran di desanya, ia telah membangun relawan pemberantas narkoba demi menciptakan kawasan kampungnya agar terbebas dari jeratan narkoba. 

Menanggapi perjuangan tersebut, Kepala BNN memberikan apresiasi yang tinggi. Jenderal bintang tiga ini mengatakan bahwa upaya penanggulangan narkoba memang harus dimulai dari sendiri dan ia menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Agus dari Jepara ini merupakan sebuah langkah yang nyata dalam mendukung upaya penanggulangan narkoba. 

Pernah Ditawari 10 Juta Asal Kembali Ke Jepara

Usai pertemuan dengan Kepala BNN, Agus mengisahkan banyak kenangan yang ia dapatkan ketika melakukan perjalanan. Di Brebes ia mengaku dicegat oleh seseorang yang turun dari sebuah mobil berplat Jakarta. Ia ingat betul, pria misterius ini menawarkan uang sebesar Rp 10 juta asal ia  tidak melanjutkan perjalannya ke Jakarta dan diminta kembali ke Jepara. 

Namun Agus mengaku tidak tertarik dengan tekanan seperti itu dan ia tetap pada komitmennya untuk melanjutkan perjalanan hingga ke Jakarta. 

Diwawancarai Anak SMA di Bekasi

Kejadian yang ia nilai berkesan juga ia alami ketika ia menginjakkan langkah di kota Bekasi. Di sana, ia sempat dikejar oleh seorang pelajar SMA dan mengajaknya wawancara. Saat wawancara tersebut, ia ditanyakan tentang motivasi utama berjalan kali sejauh ratusan kilometer untuk bertemu dengan Kepala BNN. 

Kepada anak SMA tersebut, ia mengatakan bahwa apa yang ia lakukan adalah sebagai wujud kampanye anti narkoba dengan harapan agar apa yang ia lakukan bisa menjadi jadi inspirasi bagi anak negeri lainnya untuk melakukan hal-hal yang konkret dalam upaya mencegah dan juga memberantas narkoba di Indonesia. 

Pernah Keliling Asean Kampanyekan Bahaya Narkoba

Kesadaran akan upaya mencegah narkoba pada dasarnya sudah muncul saat dirinya berkeliling Asean pada tahun 2006 silam. Saat itu, ia membawa misi perdamaian sambil mengkampanyekan bahaya narkoba. Upaya ini juga tidak lepas dari peran BNN. Pada waktu sebelum melakukan perjalanan keliling Asean dengan mengendarai sepeda, ia mendapatkan arahan dari BNN tentang pentingnya menyampaikan pesan bahaya narkoba pada masyarakat Asean. 

Terbaring Sakit Setahun Tapi Bertekad Lanjutkan Perjuangan

Pada tahun 2016 lalu, Agus sempat mengalami masalah kesehatan yang cukup serius. Ia terkena masalah di bagian syaraf sehingga selama satu tahun tidak bisa bergerak. Saat sakit, ia sempat mengucapkan nazar, apabila ia sembuh ia akan berangkat ke Jakarta dengan berjalan kaki untuk menemui Kepala BNN. 

Rupanya doa yang ia panjatkan terkabul. Saat merasa pulih ia mulai berlatih jalan kaki setiap pagi berkilo-kilo meter jauhnya.  Dalam kondisi yang sebenarnya dilarang oleh dokter untuk berjalan kaki dengan jarak yang sangat jauh, akhirnya Agus tetap pada tekadnya, yaitu bertemu dengan Kepala BNN dan menyampaikan aspirasi penting tentang pentingnya menangkal bahaya narkoba. Kini impiannya telah jadi kenyataan. Ke depan ia berjanji untuk terus melanjutkan perjuangannya memberikan pencerahan pada masyarakat agar menjauhi narkoba.

Humas BNN

#StopNarkoba

Foto lainnya :

Saat Tiba di BNN Cawang tgl 8 Februari 2017 Pukul 23.00 WIB beliau tertidur di Masjid BNN 

Harapannya berjumpa dgn Kabag Humas BNN Akhirnya terwujud 

Bapak Agus saat diterima ibu Sinta Dame S (Direktur Peran Serta Masyarakat BNN)

Share:

Sosialisasi Pencegahan Dan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Yayasan Pendidikan Sinar Dharma

Dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) khususnya di lingkungan pendidikan, BNNP DKI melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba bagi siswa/siswi Yayasan Pendidikan Sinar Dharma yang terletak di Jl. K.H. Moh. Mansyur No. 29 Jakarta Barat. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Kamis, 9Februari 2017 pada pukul 09.00-11.00 ini diikuti oleh seluruh siswa/siswi tingkat SMA kelas X dan XI. Narasumber dari BNNP DKI Jakarta adalah Kepala Bidang P2M BNNP DKI Jakarta yaitu Drs. Sapari Partodiharjo, Apt., M.Kes. Di dalam penyampaian paparannya, beliau mengharapkan para siswa dan siswi menjadi tahu, paham, dan sadar akan bahaya penyalahgunaan narkoba, serta mengharapkan lingkugan sekolahnya bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Share:

BNN Provinsi DKI Jakarta Melaksanakan Tes Urine bagi 40 Orang PPSU Kelurahan Pasar Baru Jakarta Pusat


BNN Provinsi DKI Jakarta yang diwakili oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat (dr. Shilvya Febrina Iraman, M.Si) dan staf Dayamas melaksanakan Kegiatan Tes Urine bagi 40 orang PPSU Kelurahan Pasar Baru Jakarta Pusat. Pihak Kelurahan Pasar baru yang diwakili oleh Kasi Ekonomi Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Bapak Herwan Suhawan) mengharapkan agar seluruh pegawai yang ada di Kelurahan Pasar Baru bersih dari Penyalahgunaan Narkoba dan berharap BNN Provinsi DKI Jakarta dapat bersinergi dalam Kegiatan dengan Kelurahan Pasar Baru. Acara Tes Urine dilaksanakan pada Hari Kamis, Tanggal 9 Februari 2017 di Kantor Kelurahan Pasar Baru Jakarta Pusat. 

Foto :
1. Pemeriksaan Medis


2. Analis

3. Peserta Pemeriksaan Urine

4. Peserta Tes Urine

5. Penandatanganan Berita Acara Penyerahan Sampel Urine




Share:

Featured Post

Zona Integritas

- Humas BNNP DKI Jakarta -. Powered by Blogger.

Blog Archive

Popular Posts

Total Pengunjung