Saturday, February 10, 2018

Nonton Bareng dan Talkshow Film “Toba Dream”

Pada Hari Sabtu tanggal 10 Februari 2018, pukul 10.00 WIB s.d 17.00 WIB. diadakan kegiatan Nonton film bareng dan Talkshow di  Aula Perpustakaan Daerah Provinsi Jakarta, Jl. HR Rasuna Said Keret Kuningan Jakarta.

Kegiatan yang bertemakan “Antara Mimpi, Keluarga, dan Jerat Narkoba” ini dibingkai dalam acara nonton bareng dan talkshow film “Toba Dream”. Kegiatan ini dihadiri oleh Dari 80 orang yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan keluarga. Para pserta sebelumnya mendaftarkan diri ke akun sosial BNNP DKI Jakarta.

Hadir dalam kesempatan ini Sutradara, kameramen, dan artis pendukung. Selain itu, Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta juga menghadirkan seorang mantan pecandu narkoba yang berhasil sembuh dari ketergantungan narkoba untuk memberikan testimoni mengenai kisah hidupnya.
Dipilihnya film “Toba Dream” karena film tersebut selain sukses di pasaran juga banyak mendapatkan penghargaan bergengsi. Diantaranya adalah meraih 7 nominasi dari 11 nominasi yang dilombakan di Festival Film Bandung (FFB) 2015 yaitu kategori Sutradara Terpuji (Benni Setiawan), Skenario Terpuji (Benni Setiawan), Pemeran Utama Terpuji (Vino G Sebastian), Pemeran Pembantu Terpuji (Boris Bokir), Penata Artistik Terpuji (Oscart Firdaus), Kameramen Terpuji (Roy Lolang) dan Film Terpuji.

Selain itu dalam Festival Film Indonesia 2015, “Toba Dream” masuk dalam nominasi Sutradara terbaik, Penulis Skenario Adaptasi terbaik, Pemain Utama Pria terbaik, Pemeran Pendukung terbaik, Pengarah Artis terbaik, dan Film terbaik. Puncaknya terpilih sebagai Film Terfavorit Indonesian Movie Actors (IMA) Awards 2016. Dari sederetan prestasi diatas, Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta memilih film tersebut karena banyak pesan moral yang bisa dipetik berkaitan dengan sepak terjang pemuda yang terjerembab pada bisnis narkotika.

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP DKI Jakarta, Khrisna Anggara dalam pengantar diskusi mengatakan, kegiatan ini menjadi alternatif baru dalam mensosialisasikan mengenai bahaya penggunaan narkotika kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Beliau juga menyampaikan, sebelum kegiatan ini Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta melakukan sosialisasi dalam bentuk tatap muka, talkshow, mobil keliling ke sekolah-sekolah, kampus, atau instansi tertentu. Sekarang mencoba alternatif baru dengan mengundang masyarakat untuk menyaksikan film mengenai bahaya narkotika bagi kehidupan.

Benni Setiawan selaku sutradara film Toba Dream mengungkapkan, film tersebut menceritakan sosok Ronggur yang diperankan Vino G Bastian yang terjerembab dalam jaringan narkoba skala besar. Vino terpaksa masuk ke sindikat narkoba itu lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Film ini memberi contoh anak muda yang terjerumus dalam dunia hitam narkoba dan bagaimana orangtua yang telah membesarkan mereka kecewa luar biasa. Jadi, pesan yang ingin disampaikan dalam film ini, meskipun bergelimpang harta, namun hidup kita bisa hancur karena narkoba ini.

Sementara itu, Haerulloh seorang mantan pengguna narkoba memberikan testimoni tentang pengalaman buruknya saat kecanduan narkoba jenis putaw hingga ia sekarang mengidap HIV AIDS. Dalam penuturannya Haerullah menyampaikan awal mula ia memakai narkoba pada tahun 1997. Awal mulanya dengan coba coba memakai ganja. Setelah itu ia mulai menggunakan putaw, hingga akhirnya pada tahun 2007 setelah melakukan tes HIV, ia terbukti positif positif setelah memakai jarum suntik tidak steril. 

Kisah Haeru berubah setelah pada tahun 2009 ia menjalani terapi rehabilitasi di Balai Rehabilitasi BNN Lido Bogor dan bertemu dengan Dr. Nadiah, salah satu konselor disana. Dari Dr. Nadia inilah jalan hidupnya mulai berubah kearah lebih baik. Sekarang, ia hidup berbahagia dengan keluarga kecilnya. Namun demikian, Haeru masih harus menjalani terapi obat hepatitis C, Paru, HIV, dan lain-lain dengan cara mengkonsumsi rutin sekitar 12 butir obat setiap harinya.

Dalam kesempatan ini, Kepala Seksi paska Rehabilitasi BNNP DKI Jakarta, Dr nadiah memberikan arahan kepada peserta untuk jangan pernah mencoba narkoba dan menjauhinya, apapun berntuknya. Beliau juga berpesan, agar para peserta dapat belajar dari kisah yang disampaikan oleh Haeru. Apalagi dalam kondisi sekarang ini, mereka yang sudah menjadi pengguna narkoba khususnya dari kalangan menengah ke bawah rela berbuat apa saja termasuk melakukan kejahatan hanya untuk mendapatkan uang membeli narkotika. Melalui kegiatan ini, jumlah sebaran informasi menjangkau 80 (delapan puluh) orang.

Dokumentasi Kegiatan :

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Translate

Featured Post

Taklimat Awal Audit Laporan Keuangan TA. 2017 oleh Tim Inspektorat Utama BNN

BNNP DKI Jakarta menerima kedatangan Tim Auditor Inspektorat Utama BNN dalam rangka Audit Laporan Keuangan BNNP DKI Jakarta Tahun Anggara...

Powered by Blogger.

Blog Archive

Popular Posts

Contact Form

Name

Email *

Message *

Total Pengunjung