Monday, February 5, 2018

Rapat Sinergitas Antara BNNP DKI Jakarta Dengan Institusi Swasta

Pada Hari  Senin Tanggal 5 Februari 2018 Pukul 09.00 WIB – 12.00 WIB di Ruang Rapat Kantor BNNP DKI Jakarta Seski Pencegahan BNNP DKI Jakarta mengadakan Rapat sinergitas antara BNNP DKI Jakarta dengan institusi swasta. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan perusahaan retail dan transportasi dan BNNP DKI Jakarta. Sebagai narasumber adalah Kepala BNNP DKI Jakarta, Drs. Johny Pol Latupeirissa, SH, Kepala Bidang P2M BNNP DKI Jakarta. Khrisna Anggara, Kepala Seksi Sie Pencegahan BNNP DKI Jakarta, Sayyid Aranjaya, dan Penyuluh Narkoba Ahli Muda Sie Pencegahan Bidang P2M BNNP DKI Jakarta, Untung Subagio.

Kegiatan ini di buka oleh Kepala BNNP DKI Jakarta, Drs. Johny Pol Latupeirissa, SH. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan Latar belakang kenapa perlu sinergitas Institusi Swasta dengan BNNP DKI Jakarta diantaranya adalah: Pertama, Amanat Presiden Jokowi mengenai Indonesia Darurat Narkoba. Kedua, Dampak Narkoba itu sendiri bukan saja mengenai dirinya sendiri, melainkan juga masyarakat lain di sekitarnya. Ketiga, Indonesia adalah pasar besar Narkoba. Pengedar selalu berupaya sedemikian rupa untuk menjajah generasi muda bangsa Indonesia.

Selain itu, beliau juga menyampaikan kewajiban BNNP DKI Jakarta untuk mengajak upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada Institusi swasta berupa sharing pendapat, ataupun tindakan konkrit dalam pelaksanaannya kelak dilingkungan perusahaannya masing-masing. Diharapkan melalui kegiatan ini institusi swasta ikut berpartisipasi dalam perang melawan Narkoba, khususnya dalam ranah pencegahan. Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta, Sayyid Aranjaya dalam pengantarnya menyampaikan bahwa setiap orang memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap sesuatu yang baru, termasuk Narkoba yang begitu mudahnya diedarkan. Untuk itu diperlukan langkah-langkah pencegahannya. 

Beliau juga menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah menyamakan persepsi untuk bersama-sama melakukan tindakan pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkoba di lingkungan kerja kita, minimal di keluarga kita. Narasumber selanjutnya adalah Kepala Bidang P2M, Khrisna Anggara yang menyampaikan tentang kata kunci kegiatan ini adalah sinergitas. Selama ini cenderung institusi pemerintah dominan dalam melakukan upaya P4GN. Diperlukan kontribusi swasta agar upaya P4GN semakin maksimal, sehingga diharapkan dapat menekan angka penyalahgunaan Narkoba. 

Selama ini, institusi swasta telah banyak bekerjasama dengan BNNP DKI Jakarta. Bentuk kerjasama yang pernah dilakukan dengan PT Transjakarta dan PT Pertamina MOR III berupa sosialisasi dan tes urine bagi seluruh karyawan. Melihat kondisi/permasalahan Narkoba sekarang ini, pencegahan penyalahgunaan Narkoba merupakan langkah yang mutlak untuk dilakukan di masing-masing institusi swasta. Dikarenakan para penyalahgunaan Narkoba dapat berimplikasi pada tingkat produktivitas dan keselamatan kerja. 

Menurut hasil penelitian BNN RI yang bnekerjasama dengan Puslitkes UI tahun 2014, 50% pekerja di Indonesia adalah penyalahguna Narkoba. Umumnya mereka yang rentan menjadi penyalahguna Narkoba adalah mereka yang bekerja di sektor pertambangan, perkebunan, transportasi. Namun demikian, bukan berarti lingkungan kantor kita selain diatas tidak mengalami kerawanan. Di berbagai institusi, sanksi kepada penyalahgunaan Narkoba adalah pemecatan, walaupun terkadang alasan mengkonsumsi Narkoba adalah karena ketidaktahuan atau dipaksa/dibohongi oleh teman.

Dari rapat ini diharapakan ada kontribusi terhadap upaya pencegahan dilingkungan kerja masing-masing, terutama untuk melindungi para pegawai. BNNP DKI mendorong kemandirian institusi swasta melakukan upaya pencegahan dan tes urine. Jika terbukti positif menjadi penyalahguna, diharapkan dari perusahaan melakukan pendampingan serta koordinasi dengan BNNP untuk dilakukan asesmen dan merehabilitasinya. Diharapkan masing-masing institusi mengadakan screening awal untuk menentukan siapa saja yang akan dilakukan tes urine.

Lebih lanjut beliau menyampaikan contoh kontribusi yang bisa diberikan swasta adalah :
a.    menyampaikan pesan anti Narkoba dalam struk belanja, pelaksanaan tes urine bagi calon karyawan maupun karyawan, ataupaun sosialisasi bahaya penyalahgunaan Narkoba.
b.    Pemasangan sticker anti penyalahgunaan Narkoba di cabang took.
c.    Pemasangan sticker/poster atau branding di halte Bus Transjakarta
d.    Penayangan iklan layanan masyarakat di layar LED halte Transjakarta.

Sedangkan Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNP DKI Jakarta, Untung Subagyo dalam paparannya menyampaikan tentang pentingnya upaya Pencegahan penyalahgunaan Narkoba untuk menghindari dampak buruknya di dalam dunia pekerjaan.  Dalam sesi Tanya jawab, peserta banyak memberikan umpan balik terkait apa yang telah mereka lakukan dalam upaya pencegahan ataupun sharing pendapat tentang program yang akaan dilaksanakan di lingkungannya. Ibu Titik & Pak Syadiq dari Trans Jakarta menyampaikan bahwa Trans Jakarta sendiri sudah beberapa kali bekerjasama dengan BNNP DKI Jakarta. Kedepan ingin melakukan tes urine secara mandiri untuk memaksimalkan upaya pencegahan. Dalam pelaksanannya diharapkan agar tim BNNP untuk mengetes urine pegawai di setiap pool bis Transjakarta.

Kedepan Transjakarta memiliki Rencana Aksi yang akan diterapkan, diantaranya adalah : menempelkan Poster sosialisasi dapat di tempel dikantor dan halte Transjakarta, membranding Bus-bus Transjakarta dengan sticker “stop Narkoba”, dan menayangkan pesan-pesan anti Narkoba di LED TV halte Trans Jakarta. Sementara itu, Bapak Ferry dari Family Mart mengajukan  permohonan tes urine, minimal di klinik atau bantuan/diskon pembelian alat rapid test yang murah. Family Mart akan mengadakan Rencana Aksi berupa  branding outlet Family Mart. Namun demikian, pihaknya menginginkan konsep pencegahan sebaiknya di email dulu untuk kemudian diajukan kepada manajemen. Bapak Hasyim dari Indomart menyampaikan sejak tahun 2011 pihaknya sudah bekerjasama dengan BNN. Adapun bentuk kontribusinya adalah :
a.    MoU dengan BNN RI tentang rehabilitasi pada tahun 2011. Dimana salah satu pont dari MoU tersebut adalah, Setiap pembelanjaan merk Indomart sebanyak 2,5% akan dialokasikan untuk rehabilitasi penyalahguna Narkoba.
b.    Indomart juga pernah mendapatkan piagam penghargaan dari BNN RI pada saat perayaan Hari Anti Narkotika International (HANI) tentang: Sosialisasi dalam meeting karyawan Indomart seluruh Indonesia.
c.    Dalam seleksi karyawan tidak memperbolehkan tindik dan tato
d.    Brosur harga diskon sudah disisipkan pesan anti Narkoba

Dari PT Alfamart, Pak Herry/Pak Antony menyampaikan bahwa Alfamart telah mengadakan sosialiasi pencegahan penyalahgunaan Narkoba bagi pejabat-pejabat toko. Dalam perekrutan karyawan dengan jumlah hampir 3500 orang, ada form komitmen untuk bebas Narkoba serta cek fisik yang menyangkut tato dan tindik. Jika ditengarai melanggar, maka yang bersangkutan tidak akan diterima sebagai karyawan Alfamart. Dalam kesempatan ini, Alfamart mengajukan permohonan bantuan tes urine bagi karyawan Alfamart. Sedangkan Dr. Angga yang mewakili PT Pertamina MOR III menyampaikan bentuk kontribusi yang telah dilakukan oleh PT Pertamina MOR III adalah Telah dilakukan tes urine bagi karyawan. Untuk tahun ini tindak lanjut tes urine sudah menjadi program kerja.

A.    Kesimpulan
Dalam rapat sinergitas dengan institusi swasta ini dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut; Pertama, Tes urine bisa dilakukan secara mandiri dengan melibatkan tenaga medis yang ada dimasing-masing institusi. BNNP DKI Jakarta siap membantu dalam hal mereka ingin berkonsultasi mengenai teknis pelaksanaannya. Kedua, Alat tes urine (rapid test) bisa di beli di tempat lain seperti apotik. BNNP tidak menjual alat tes urine tersebut. BNNP DKI Jakarta menyarankan kriteria standart untuk setiap alat tes urine tersebut adalah 7 (tujuh) parameter. Jika ada karyawan terindikasi sebagai penyalahguna, bisa di bawa ke kantor BNNP DKI Jakarta untuk penanganan rehabilitasi.
Ketiga, BNNP DKI Jakarta akan membantu memfasilitasi sarana pencegahan berupa Poster yang akan dibagikan kepada outlet, halte, kantor, ataupun toko. Selain itu, melalui rapat ini harapannya BNNP DKI Jakarta dapat bekerjasama lebih banyak lagi dalam upaya pencegahan dengan intitusi swasta.


Foto Kegiatan :

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Translate

Featured Post

Taklimat Awal Audit Laporan Keuangan TA. 2017 oleh Tim Inspektorat Utama BNN

BNNP DKI Jakarta menerima kedatangan Tim Auditor Inspektorat Utama BNN dalam rangka Audit Laporan Keuangan BNNP DKI Jakarta Tahun Anggara...

Powered by Blogger.

Blog Archive

Popular Posts

Contact Form

Name

Email *

Message *

Total Pengunjung