Wednesday, October 10, 2018

Bangun Koneksi Media Sosial dengan Para Siswa, Langkah Efektif SMK Cipta Karya Pantau Pergaulan Siswa

Pada hari Rabu, 10 Oktober 2018 tim Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta melakukan Rapat Monitoring dan Evaluasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di SMK Cipta Karya. Kegiatan ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana kepedulian Relawan Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan dalam melaksanakan program pencegahan Narkoba. Kedatangan tim disambut oleh Ibu Yulisia Christina selaku Wakil Kesiswaan dan Bapak Atut Pujo selaku Guru Kewirausahaan.

Disampaikan oleh Bapak Atut, bahwa perkembangan Narkoba sudah sulit terbendung. Tahun 1990, korban penyalahguna dimulai dari SMA, zaman sekarang sudah bukan hal baru kita lihat anak SD merokok, dan ngelem di jalanan. Sependapat dengan Bapak Atut, Ibu Yulisia juga menyatakan Narkotika dan Remaja saat ini, sangat erat kaitannya dengan pergaulan remaja dan pola asuh orangtua yang minim pengawasan.

Peran Relawan Anti Narkoba dilakukan oleh Guru BK, Guru PKN, dan Guru Agama dengan memberikan materi dan himbauan pada saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Selain itu, pada saat MPLS sekolah mengundang Polsek setempat atau BNN untuk memberikan sosialisasi anti Narkoba kepada peserta didik baru. Upaya pencegahan lainnya, sekolah memiliki jejaring antar Kepala SMK Wilayah Matraman dengab Bimas Polsek Matraman yang menjadi wadah pertukaran informasi apabila ada indikasi kenakalan remaja seperti tawuran, siswa membolos di jam KBM, dll.

Dalam pelaksanaan aturan sekolah, Dewan Guru bersama Sudin Pendidikan telah menetapkan Tata Tertib yang wajib dipatuhi setiap siswa, termasuk terkait penyalahgunaan Narkoba. Tata Tertib tersebut disosialisasikan kepada Siswa, serta di setujui oleh pihak Orangtua. Pengawasan melalui razia tas juga rutin dilakukan, dan pelaksanaannya pada tiap kelas selalu berbeda hari. Disamping itu, guru juga membangun koneksi dengan hampir seluruh siswa dalam akun jejaring sosial mereka seperti Facebook, dan Instagram. Hal ini cukup efektif dalam memantau pergaulan siswa SMK Cipta Karya.

Terkait deteksi dini melalui tes urin, dari Tahun 2005 s.d Tahun 2016, tes urin merupakan kegiatan rutin yang dilakukan SMK Cipta Karya kepada seluruh siswa. Namun pada tahun 2017, pihak orangtua cukup keberatan untuk menanggung beban biaya tes urin tersebut, sehingga dihentikan. Namun demikian, beberapa Siswa kelas XI masih melakukan tes urin secara mandiri dalam rangka PKL ke hotel.

Hasil dari kunjungan ini, pihak sekolah akan kembali berupaya melaksanakan deteksi dini melalui tes urin dengan bantuan petugas dari BNNP DKI Jakarta. Selain itu, sekolah juga akan mengajak siswa untuk lebih berperan dalam upaya pencegahan melalui pembuatan makalah Bahaya Penyalahgunaan Narkoba pada materi pelajaran BK.


Dokumentasi :

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Featured Post

Zona Integritas

- Humas BNNP DKI Jakarta -. Powered by Blogger.

Blog Archive

Popular Posts

Total Pengunjung