Wednesday, October 3, 2018

Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Sekolah, SMK Walang Jaya Libatkan Siswa Jadi Telik Sandi

Ditemui oleh Pembina Sekolah, Ustad Setia Hadi, Wakil Kesiswaan Bapak Cipto dan Ibu Yuliana selaku Guru BK. Tim Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta yang terdiri dari Kasi Pencegahan, Sayyid Aranjaya serta Penyuluh Anti Narkoba Esther dan Afib Rizal berdiskusi perihal upaya pencegahan Narkoba pada 2 Oktober 2018 di SMK Walang Jaya, Koja, Jakarta Utara.

Narkoba sudah memprihatinkan, dimana situasinya sudah Darurat. Permasalahan Narkoba harus diberantas dari atas ke bawah. Karena jika kita lihat, dijaga di pulau, masuk ke darat, dijaga di darat, masuk lewat udara. Artinya butuh keseriusan dari Pemerintah, agar jangan ada oknum yang bermain. Jenis Narkoba sudah sangat banyak, dari anak kecil sudah coba lem dulu, Tramadol, nanti ke ganja, shabu, dan mungkin jenisnya masih banyak lagi. Demikian disampaikan Bapak Cipto, mewakili para guru.

Ditambahkan oleh Pembina Sekolah, upaya deteksi dini juga dilakukan dengan kontrol wilayah, dimana guru piket dan security melakukan penyisiran sampai 200 meter menggunakan 2 buah motor yang telah disediakan sekolah. Penyisiran tersebut dilakukan pagi hari dan waktu pulang sekolah. Hal ini bukan hanya mencegah Narkoba atau rokok saja, tetapi memantau agar tidak ada tawuran, anak bolos sekolah, dan sebagainya. Disamping itu, setiap kelas dan ruangan terpantau CCTV sehingga memberikan batas ruang gerak siswa untuk melakukan hal-hal yang melanggar Tata Tertib sekolah.

Mendukung hal tersebut, disampaikan juga bahwa seluruh elemen sekolah seperti Wali Kelas, Guru BK, Kesiswaan, Kepala Sekolah, OSIS, dan siswa ikut berpartisipasi. Bahkan beberapa siswa diajak untuk bekerjasama menginformasikan kepada guru jika ada indikasi penyalahgunaan Narkoba, dengan kata lain menjadi kepanjangan mata dan telinga. Hal ini terbukti efektif, dimana pada 2017 diketahui ada siswa yang "ngelem". Para siswa tersebut tergabung dalam sebuah wadah bernama KSBN (Korps Satuan Bela Negara). Hal ini juga sebagai bagian dari pembinaan, karena siswa yang direkrut sebelumnya berpredikat anak-anak “bangor/pentolan”. Selain itu, beberapa dr mereka, setelah menjadi alumni mereka direkrut menjadi guru piket sekolah, karena mereka yang mudah menyisir adik-adik mereka yang “nakal”. Keterlibatan siswa dan alumni sangat efektif membantu pihak sekolah dalam meminimalisir peredaran gelap Narkoba dan Kenakalan Remaja di lingkungan sekolah.

Upaya pencegahan lainnya yang telah dilaksanakan antara lain memasang himbauan-himbauan Anti Narkoba melalui spanduk, poster, mading, dan stiker. Selain itu dilakukan sosialisasi konvensional pada saat apel pagi oleh Kesiswaan, dan saat tertentu oleh Polres setempat.

Sekolah juga memiliki Tata Tertib, dimana setiap pelanggaran memiliki poin-poin tersendiri, dan Tata Tertib tersebut disosialisasikan kepada orangtua murid di tahun ajaran baru. Orangtua juga membuat Surat Pernyataan diatas materai menyetujui tata tertib tersebut. Tata Tertib terkait Narkoba, Tawuran, dan Seks Bebas mendapatkan poin tertinggi yaitu 100, dengan sanksi dikembalikan kepada Orangtua.


Dokumentasi :

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Featured Post

Pray For Lion Air JT-610

Segenap jajaran BNNP DKI Jakarta Turut Berduka Cita atas musibah jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa ...

- Humas BNNP DKI Jakarta -. Powered by Blogger.

Blog Archive

Popular Posts

Total Pengunjung