Thursday, October 11, 2018

Informasi dari Siswa Bantu Guru BK SMK Tunas Markatin Cegah Narkoba di Sekolah

Tahun lalu, ada anak didik kami memakai Narkoba, jika tidak ada informasi dari temannya, mungkin tidak terdeteksi. Demikian cerita dari Ibu Nessia Septiana kepada tim BNNP DKI Jakarta di SMK Tunas Markatin pada hari Kamis, 11 Oktober 2018 saat melakukan monitoring dan evaluasi Lingkungan Sekolah terkait upaya pencegahan Narkoba yang telah diimplementasikan oleh para Relawan Anti Narkoba.

Menurut ibu Nessia, Guru BK. Permasalahan Narkoba dan kenakalan remaja sudah sangat memprihatinkan karena saat ini kita kesulitan mengetahui jenis-jenis Narkoba. Jika dahulu kita kenal shabu, ganja, sekarang bentuknya sudah berbeda lagi, bisa permen, kue, barang-barang yang sangat lazim di konsumsi khalayak ramai.

Melihat kondisi di atas, konsistensi untuk melakukan pencegahan di SMK Tunas Markatin sangat diperlukan, salah satunya ditunjukan dengan melakukan penyuluhan 5 menit sebelum kegiatan belajar dimulai dan dalam kegiatan Keputrian setiap hari Jumat. Selain itu, himbauan dalam apel pagi juga rutin disampaikan Kepala SMK Tunas Makartin untuk selalu mengingatkan siswa akan bahaya dan waspada peredaran gelap Narkoba.

Menurut keterangan pihak sekolah, pengawasan terhadap ancaman Narkoba dilakukan melalui razia tas peserta didik. Disamping itu, Wali Kelas dan Guru BK menunjuk siswa-siswa tertentu di masing-masing kelas agar menginformasikan kepada Guru BK apabila teman di kelasnya melalukan pelanggaran Tata Tertib. Dengan adanya informasi ini, pihak sekolah berhasil mengidentifikasi adanya penyalahgunaan Narkoba jenis benzodiazepine di kalangan peserta didik beberapa waktu silam. Oleh karenanya, peserta didik tersebut dikenakan sanksi poin sesuai Tata Tertib terkait Penyalahgunaan Obat Terlarang yang berlaku di SMK Tunas Markatin yaitu sebesar 75-100 poin. Pemberian sanksi poin tersebut tidak mendapatkan kontroversi dari Orangtua Murid, dikarenakan sekolah telah mensosialisasikan Tata Tertib tersebut dan meminta Surat Pernyataan dari Orangtua di awal tahun ajaran baru.

Guru BK, dan Wali Kelas merupakan Relawan Anti Narkoba yang secara khusus diminta Kepala SMK Tunas Markatin untuk mengawasi dan memberikan himbauan anti Narkoba secara rutin kepada para siswa. Tim BNNP DKI Jakarta menyarankan agar sekolah dapat mendorong peran aktif para siswa dalam pelaksanaan Program Anti Narkoba di Lingkungan Sekolah. Selain itu, dihimbau kepada Guru BK agar tidak segan memanfaatkan layanan sosialisasi, dan deteksi dini melalui tes urin BNNP DKI Jakarta apabila masih mencurigai adanya indikasi Penyalahgunaan Narkoba di kalangan para siswa.


Share:

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Featured Post

Zona Integritas

- Humas BNNP DKI Jakarta -. Powered by Blogger.

Blog Archive

Popular Posts

Total Pengunjung