Wednesday, October 17, 2018

OSIS SMK Pelayaran Djadajat Punya Peran Fundamental Dalam Pencegahan Kenakalan Remaja

Pada hari Rabu, 17 Oktober 2018, SMKP Djadajat, menjadi lokasi Kegiatan Rapat Monitoring dan Evaluasi pencegahan penyalahgunaan Narkoba antara Tim Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta dengan Relawan Anti Narkoba di sekolah tersebut. Lokasi ini merupakan sekolah ke 54 (lima puluh empat) yang secara maraton dikunjungi dalam rentang waktu 1 bulan oleh tim BNNP DKI Jakarta yang bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas upaya pencegahan Narkoba di Lingkungan Pendidikan.

Menurut Ibu Theresia Ernawati, S.Pd, Wakil Bidang Kesiswaan, permasalahan Narkoba sangat meresahkan, awalnya mencoba jenis rokok dan lem, nanti kelamaan mulai coba ganja, shabu, dsb. Ditambahkan oleh Ibu Asih Sahara, Guru BK, remaja sangat rentan menyalahgunakan karena terbawa arus pergaulan. Mereka tidak memahami bahwa Narkoba sangat berbahaya terutama bagi otak mereka.

Penyampaian materi Bahaya Narkoba dilakukan oleh Guru BK pada saat KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) bagi kelas X-XII. Materi yang disampaikan kepada siswa merujuk pada bahan presentasi yang diperoleh oleh Ibu Asih saat mengikuti Pembekalan dari BNNP DKI Jakarta di 2017. Selain guru BK, Wakil Kesiswaan dan Guru Piket juga berperan dalam pengawasan peserta didik, bukan hanya perkara Narkoba dan Rokok, tetapi pengawasan daftar hadir, sikap dan perilaku setiap siswa. Sebagai tambahan, OSIS di lingkungan SMKP Djadajat juga memiliki peran yang sangat penting dalam pengawasan adik bawah tingkat “junior” dan lingkungan sekolah. OSIS di sekolah ini menerapkan gaya kemiliteran dan masing-masing memiliki tugas dan peran terkait pengawasan lingkungan sekolah. Dalam struktur OSIS pengawasan Narkoba dilimpahkan kepada Polisi Taruna (Poltar) dan Ketua Kelas (Danton). Pihak OSIS juga telah melakukan kampanye melalui media, yaitu penempelan mading tentang Bahaya Narkoba.

Menurut keterangan pihak sekolah, pengawasan terhadap ancaman Narkoba dilakukan melalui razia tas peserta didik secara berkala, dan razia HP untuk menghindari adanya kenakalan pornografi di lingkungan peserta didik. Sekolah meyakini bahwa peredaran Narkoba akan sulit menembus lingkungan sekolah, dikarenakan setiap siswa wajib menerapkan pola hidup sehat, karena sering dilakukan tes kesehatan fisik seperti lari lapangan, push up, renang, dll. Bila ada yang menyalahgunakan Narkoba, pasti mereka tidak akan berhasil melewati tes kesehatan yang rutin dilakukan.

Tata tertib terkait larangan membawa dan menyalahgunakan Narkoba juga telah berlaku di sekolah ini, tiap pelanggaran kasus Narkoba akan mendapat hukuman maksimal. Meskipun sebelumnya tentu akan dilakukan pendekatan secara kekeluargaan melalui konseling dan pemanggilan orangtua.

Sebagai penutup, dengan kepedulian pihak sekolah terkait penyalahgunaan Narkoba di kalangan remaja, wakil kesiswaan akan segera membuat jadwal sosialisasi dan deteksi dini melalui tes urin kepada BNNP DKI Jakarta.


Dokumentasi :

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Featured Post

Zona Integritas

- Humas BNNP DKI Jakarta -. Powered by Blogger.

Blog Archive

Popular Posts

Total Pengunjung