Wednesday, October 24, 2018

Wajibkan SKBN bagi Peserta Didik Baru, Startegi Terdepan Pencegahan Narkoba di SMK Remaja Pluit

Pada hari Rabu, 24 Oktober 2018, SMK Remaja Pluit merupakan lokasi ke 62 (enam puluh dua) Kegiatan Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) BNNP DKI Jakarta Seksi Pencegahan yang di lakukan secara marathon. Kunjungan ini disambut oleh Wakil Kurikulum, Ibu Mega Yulia, M.Pd, dan Guru BK, Dra. Derita Sitorus.

Permasalahan Narkoba dan Remaja menajadi keprihatinan Pihak sekolah dan Yayasan Remaja Pluit. Hal ini disebabkan peredaran gelap Narkoba yang sulit terdeteksi pada makanan dan minuman. Sebagai orang awam, pihak sekolahpun mengakui keterbatasan dalam mendeteksi ciri-ciri penyalahguna Narkoba. Sehingga mereka menyadari dibutuhkan kerjasama dengan pihak stakeholder dalam menangani permasalahan ini.

Berdasarkan penjelasan di atas, beberapa upaya pencegahan Narkoba telah dilakukan SMK Remaja Pluit. Salah satunya adalah dengan memberlakukan persyaratan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) kepada seluruh calon peserta didik baru. Disamping itu, sebagai upaya pendukung lainnya, sosialisasi bahaya Narkoba kepada peserta didik juga diselenggarakan dengan bantuan pihak BNN RI dan BNNK Jakarta Utara pada saat MPLS.

Peran Wali Kelas, Guru BK, dan Wakil Kesiswaan merupakan peran fundamental dalam pengawasan Siswa. Setiap siswa dengan absensi yang cukup tinggi, akan mendapatkan kunjungan dari Wali Kelas. Selanjutnya kepada anak tersebut akan dilakukan konseling oleh Guru BK. Disamping itu, sekolah juga memiliki 26 CCTV yang dipasang di ruang kelas dan ruang-ruang bermain siswa. Terkait pengawasan lingkungan, setelah jam pulang sekolah, Wakil Kesiswaan bersama Pembina OSIS dan security sekolah akan mengadakan Patroli di wilayah Penjaringan. Hal ini untuk memantau dan membubarkan apabila adanya tongkrongan siswa SMK Remaja Pluit di daerah tersebut. Upaya pengawasan lainnya yang dilakukan adalah dangan rutin melaksanakan razia tas. Sejauh ini, pelanggaran yang biasa ditemukan pada saat razia tas adalah rokok dan kosmetik.

Pihak sekolah bersama Yayasan telah menyusun Tata Tertib Siswa, yang nantinya akan disosialisasikan dan dilanjutkan dengan penandatanganan Surat Pernyataan oleh Orangtua Siswa. Larangan terkait Narkoba di dalam Tata Tertib mendapatkan poin tertinggi, yaitu dikembalikan kepada Orangtua.

Hasil dari Monitoring dan Evaluasi ini ditemukan bahwa SMK Remaja Pluit sudah memiliki Kepedulian terkait Ancaman Bahaya Narkoba di Lingkungan Pendidikan. Namun dibutuhkan dorongan untuk mengajak peran aktif siswa dalam upaya pencegahan Narkoba di Lingkungan Sekolah.


Dokumentasi :

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Featured Post

Zona Integritas

- Humas BNNP DKI Jakarta -. Powered by Blogger.

Blog Archive

Popular Posts

Total Pengunjung