Tuesday, September 25, 2018

Pemeriksaan Narkotika Melalui Tes Urine Bagi Personel Satgas Pengamanan VVIP KTT IMF World Bank Annual Meeting 2018 Hari ke I

JAKARTA, BNNP DKI JAKARTA - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta melakukan kegiatan Pemeriksaan Narkotika Melalui Tes Urine Bagi Personel yang tergabung dalam Satgas Pengamanan VVIP dalam rangka KTT IMF World Bank Annual Meeting 2018, berlokasi di Mako Paspamres Jl. Tanah Abang II No.6, Jakarta Pusat, Selasa (25/09/2018).

Sebanyak 993 personel dilakukan pemeriksaan tes urin bagi personel yang tergabung dalam Satgas Pengamanan VVIP dalam rangka KTT IMF World Bank Annual Meeting 2018. Dan dari hasil pelaksanaan tes urin ini dinyatakan Negatif (Tidak ada yang terindikasi menyalahgunakan Narkotika dan Psikotropika).



Share:

Monitoring dan Evaluasi P4GN di SMP Bina Pangudi Luhur, Jakarta Timur

Pencegahan penyalahgunaan Narkoba merupakan investasi masa depan bagi terwujudnya generasi bangsa yang gemilang. Untuk itu diperlukan upaya-upaya sejak dini yang terstruktur dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta sebagai tindak lanjut Pembekalan P4GN yang pernah diberikan kepada kurang lebih 200 Guru Bimbingan Konseling (BK) di Tahun 2017, pada Selasa, 25 September 2018 melaksanakan monitoring dan evaluasi ke SMP Bina Pangudi Luhur yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana implementasi program pencegahan Narkoba di lingkungan sekolah beserta hambatannya setelah Guru BK di sekolah mengikuti pembekalan P4GN.

Dalam kegiatan tersebut, Tim yang dipimpin Kasi Pencegahan, Sayyid Aranjaya berdiskusi dengan Kepala Sekolah Ibu Yulinda beserta para guru terkait pembentukan Relawan/ Penggiat Anti Narkoba, penyusunan kebijakan atau peraturan tentang pencegahan Narkoba di sekolah, serta kegiatan-kegiatan kampanye Stop Narkoba yang telah dilaksanakan di sekolah tersebut.

Hasilnya, upaya pencegahan yang telah dilakukan di sekolah ini patut mendapatkan apresiasi. Selain Kepala Sekolah bertindak langsung sebagai relawan anti Narkoba, beliau juga menugaskan para guru lain untuk melakukan upaya pencegahan yang tidak lupa selalu melibatkan para siswa. Salah satunya dengan membuat majalah dinding bertemakan kampanye Stop Narkoba secara rutin, selain itu pada kegiatan keagamaan, seperti pengajian yang dilakukan secara rutin, selain ceramah tentang Narkoba, di akhir acara selalu salah satu siswa diminta maju kedepan untuk memaparkan ulang, hal ini sangat bermanfaat untuk menanamkan mindset anti narkoba sejak dini bagi para siswa.

Selain itu Guru Bimbingan konseling di sekolah ini setelag mendapatkan Pembekalan P4GN dari BNNP DKI Jakarta juga secara aktif menjadi pembicara di berbagai kesempatan, bahkan sampai ke luar provinsi seperti Yogyakarta. Beliau juga menulis buku mengenai kenakalan remaja yang didalamnya salah satunya membahas bahaya Narkoba bagi pelajar. Penerbitan buku ini telah didukung oleh Pusat Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan.

Diharapkan melalui kegiatan ini, silaturahmi dan pola hubungan baik antara BNNP DKI Jakarta dengan Relawan Anti Narkoba yang terdiri dari para Guru BK terus terjalin. Karena dengan bantuan merekalah upaya pencegahan bisa secara luas menjangkau dan tepat sasaran. Selain itu melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dan lingkungan sekolah bisa menerapkan hidup bersih dari penyalahgunaan Narkoba.


Share:

Grup WA Orang Tua sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Dewasa ini, peredaran dan penyalahgunaan Narkoba sudah masuk ke dalam tahap yang memprihatinkan. Apalagi bagi orang awam sulit membedakan apakah suatu barang itu mengandung Narkoba ataukah tidak. 

Kekhawatiran ini disampaikan oleh Kurnia Binantara, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dalam kegiatan Rapat Monitoring dan Evaluasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Sekolah di SMP Bina Dharma, Selasa (25/9).

Senada dengan Kurnia, Purwatiningsih Guru Bimbingan dan Konseling juga mengkhawatirkan persoalan Narkoba ini yang semakin merusak generasi muda karena penyalahguna ini sudah merambah pelajar Sekolah Dasar. 

“Untuk membentengi para siswanya, sebagai langkah awal kami sangat mendukung sistem full day school yang diterapkan disekolahnya. Program ini untuk mengurangi waktu siswa agar tidak banyak terbuang dengan kegiatan yang percuma”, tambah Kurnia.

Menurut Kurnia, ditakutkan waktu yang terbuang tersebut bisa menjerumuskan siswa kedalam pergaulan negatif yang malah bisa menjerumus dalam penyalahgunaan Narkoba.

Hal lain yang dilakukan oleh pihak sekolah adalah dengan mengoptimalkan media sosial berupa Grup Whattsapp orang tua siswa yang berguna untuk sarana komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah. “melalui grup ini, kita bisa menampaikan informasi terkait pendidikan siswa dan juga infrlormasi lain termasuk masalah Narkoba”, terang Purwatiningsih.

Selain itu tim juga melihat hal unik seperti adanya penempelan pesan-pesan anti Narkoba di lingkunhan sekolah dalam bentuk poster, sticker, dan spanduk. Begitupula adanya tatatertib yang harus ditaati siswa menyangkut kedisiplinan, dimana sangsi maksimal dengan hukuman dikeluarkan dari sekolah bagi penyalahguna Narkoba. 

Di sekolah ini, para guru juga rutin diikutsertakan dalam kegiatan bimbingan teknis ataupun peningkatan kapasitas program P4GN yang diselenggarakan oleh instansi lain ataupun BNN. Dalam catatan pihak sekolah, mereka juga pernah mengundang kepolisian dan Puskesmas untuk memberikan sosialisasi kepada para siswa.


Share:

PENGUMUMAN PENGADAAN CPNS BNN TA. 2018

 
  
PENGUMUMAN NOMOR : Peng/01/IX/SU/KP.00.03/2018/BNN Tanggal 19 SEPTEMBER 2018
Tentang
PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
BADAN NARKOTIKA NASIONAL TAHUN ANGGARAN 2018

Share:

Featured Post

Zona Integritas

- Humas BNNP DKI Jakarta -. Powered by Blogger.

Blog Archive

Popular Posts

Total Pengunjung