Wednesday, October 10, 2018

Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Melalui Tes Urine Bagi Pelajar SMK Negeri 55 Jakarta Utara

BNNP DKI Jakarta melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba melaksanakan kegiatan tes urine bertempat di SMK Negeri 55 Jakarta, Jl. Pademangan Timur VII, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (10/10). Sebanyak 235 orang siswa/siswi menjalani pemeriksaan urine tersebut.


Dokumentasi :

Share:

Pemeriksaan Narkotika Melalui Tes Urin Bagi Karyawan BNNK Jakarta Utara

Jakarta, BNNP DKI Jakarta - Dalam rangka upaya menciptakan kenyamanan di lingkungan kerja, BNNP DKI Jakarta melakukan pemeriksaan narkotika melalui tes urin bagi karyawan BNNK DKI Jakarta, berlokasi di Gedung Mitra Praja Lt 5 Jalan Sunter Permai Raya No 1 Tanjung Priok Jakarta Utara, Rabu (10/10/2018).

Sebanyak 25 karyawan BNNK Jakarta Utara telah dilakukan pemerikasaan tes urin dan dari hasil pelaksanaan tes tersebut dinyatakan Negatif (tidak ada yang terindikasi menyalahgunakan Narkotika/psikotropika).



Share:

Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Melalui Tes Urine di SMP Negeri 11 Jakarta Selatan

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta melakukan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Deteksi Dini Pemeriksaan Urine Bagi Siswa/i SMP Negeri 11 Jakarta di Jalan Kerinci VIII Blok E, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2018).

Kegiatan tersebut dilakukan melalui tes urin kepada Siswa/i SMP Negeri 11 Jakarta. Ada 349 peserta yang mengikuti tes urin tersebut. Ratusan peserta tampak antusian mengikuti tes urin yang dilaksanakan oleh BNNP DKI Jakarta. Dari 349 peserta itu tidak ada yang terindikasi penyalahgunaan psikotropika/narkotika.


Share:

Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program/Kegiatan Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah di PTRM Puskesmas Kecamatan Tebet

Bidang Rehabilitasi BNNP DKI Jakarta melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program/Kegiatan Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah, bertempat di PTRM Puskesmas Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan pada hari Rabu, 10 Oktober 2018. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi tersebut dilaksanakan oleh Kasi Pascarehabilitasi BNNP DKI Jakarta, dr. Nadiah, M.Si dan Kasi Penguatan Lembaga Rehabilitasi BNNP DKI Jakarta, dr. Ruth Adrian Melany, M.Si.


Dokumentasi :
Share:

Ikut Ekstrakurikuler, Kegiatan Positif yang Cegah Siswa SMAN 112 dari Bahaya Narkoba



Mengajak siswa-siswi mengikuti kegiatan ekstrakurikuler adalah salah satu strategi untuk menjauhkan diri dari ancaman Narkoba, demikian dijelaskan oleh Relawan Anti Narkoba dan juga Guru Bimbingan Konseling (BK) Dra. Yeni Suryani, MM kepada Kepala Seksi Pencegahan Sayyid Aranjaya, selaku Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) BNNP DKI Jakarta di SMA Negeri 112 Jakarta Barat pada 10 Oktober 2018. Sebagai informasi, terdapat kurang lebih 20 ekstrakurikuler, sehingga siswa-siswi dapat memilih yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

Dalam kunjungan kali ini,Tim Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta ingin mengetahui upaya pencegahan yang telah dilakukan dan kendala yang ada setelah para Guru BK mendapatkan Pembekalan P4GN dari BNNP DKI Jakarta di tahun 2017 lalu. Upaya pencegahan yang dilakukan antara lain melalui sosialisasi, himbauan, dan pengawasan lingkungan sekolah. Hal ini juga di dukung dengan peran Kepala Sekolah dan Guru BK yang selalu pro aktif memberikan wejangan bagi siswa didiknya agar menjauhi Narkoba. Sekali waktu, pihak Polsek dan Puskesmas setempat pun diundang sebagai Pembina Upacara bendera untuk ikut menggaungkan kampanye Stop Narkoba. Himbauan berupa poster, stiker dan running text Anti Narkoba juga terpasang di dalam lingkungan sekolah. Kewaspadaan terhadap lingkungan juga dilakukan yaitu dengan razia tas/barang bawaan siswa secara rutin dan adanya CCTV untuk mengawasi lingkungan. Selain itu, terdapat aturan berupa tata tertib peserta didik yang didalamnya terdapat pasal yang mengatur tentang larangan penyalahgunaan Narkoba. Bagi siswa melanggar, maka akan dikenakan sanksi poin. Namun demikian, pihak SMA Negeri 112 menjelaskan bahwa perlunya dukungan dari BNNP DKI Jakarta terkait dengan pemeriksaan tes urine, sebagai salah satu upaya deteksi dini terhadap penyalahgunaan Narkoba.

Melalui kegiatan ini, diharapkan upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba di SMA Negeri 112 Jakarta dapat terus ditingkatkan sehingga terwujud lingkungan yang sehat dan bersih dari penyalahgunaan Narkoba.
Share:

Bangun Koneksi Media Sosial dengan Para Siswa, Langkah Efektif SMK Cipta Karya Pantau Pergaulan Siswa

Pada hari Rabu, 10 Oktober 2018 tim Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta melakukan Rapat Monitoring dan Evaluasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di SMK Cipta Karya. Kegiatan ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana kepedulian Relawan Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan dalam melaksanakan program pencegahan Narkoba. Kedatangan tim disambut oleh Ibu Yulisia Christina selaku Wakil Kesiswaan dan Bapak Atut Pujo selaku Guru Kewirausahaan.

Disampaikan oleh Bapak Atut, bahwa perkembangan Narkoba sudah sulit terbendung. Tahun 1990, korban penyalahguna dimulai dari SMA, zaman sekarang sudah bukan hal baru kita lihat anak SD merokok, dan ngelem di jalanan. Sependapat dengan Bapak Atut, Ibu Yulisia juga menyatakan Narkotika dan Remaja saat ini, sangat erat kaitannya dengan pergaulan remaja dan pola asuh orangtua yang minim pengawasan.

Peran Relawan Anti Narkoba dilakukan oleh Guru BK, Guru PKN, dan Guru Agama dengan memberikan materi dan himbauan pada saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Selain itu, pada saat MPLS sekolah mengundang Polsek setempat atau BNN untuk memberikan sosialisasi anti Narkoba kepada peserta didik baru. Upaya pencegahan lainnya, sekolah memiliki jejaring antar Kepala SMK Wilayah Matraman dengab Bimas Polsek Matraman yang menjadi wadah pertukaran informasi apabila ada indikasi kenakalan remaja seperti tawuran, siswa membolos di jam KBM, dll.

Dalam pelaksanaan aturan sekolah, Dewan Guru bersama Sudin Pendidikan telah menetapkan Tata Tertib yang wajib dipatuhi setiap siswa, termasuk terkait penyalahgunaan Narkoba. Tata Tertib tersebut disosialisasikan kepada Siswa, serta di setujui oleh pihak Orangtua. Pengawasan melalui razia tas juga rutin dilakukan, dan pelaksanaannya pada tiap kelas selalu berbeda hari. Disamping itu, guru juga membangun koneksi dengan hampir seluruh siswa dalam akun jejaring sosial mereka seperti Facebook, dan Instagram. Hal ini cukup efektif dalam memantau pergaulan siswa SMK Cipta Karya.

Terkait deteksi dini melalui tes urin, dari Tahun 2005 s.d Tahun 2016, tes urin merupakan kegiatan rutin yang dilakukan SMK Cipta Karya kepada seluruh siswa. Namun pada tahun 2017, pihak orangtua cukup keberatan untuk menanggung beban biaya tes urin tersebut, sehingga dihentikan. Namun demikian, beberapa Siswa kelas XI masih melakukan tes urin secara mandiri dalam rangka PKL ke hotel.

Hasil dari kunjungan ini, pihak sekolah akan kembali berupaya melaksanakan deteksi dini melalui tes urin dengan bantuan petugas dari BNNP DKI Jakarta. Selain itu, sekolah juga akan mengajak siswa untuk lebih berperan dalam upaya pencegahan melalui pembuatan makalah Bahaya Penyalahgunaan Narkoba pada materi pelajaran BK.


Dokumentasi :

Share:

Featured Post

Zona Integritas

- Humas BNNP DKI Jakarta -. Powered by Blogger.

Blog Archive

Popular Posts

Total Pengunjung