Tuesday, October 16, 2018

Buku Daftar Kasus di Tiap Kelas Jadi Instrumen Relawan Anti Narkoba Pantau Kenakalan Siswa di SMA Budi Agung

Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba merupakan langkah Tim Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta berkomunikasi dengan Relawan Anti Narkoba terkait upaya implementasi program pencegahan Narkoba di lingkungan sekolahnya. Tindak lanjut dari itu, pada hari Selasa, 16 Oktober 2018, bersama Kepala Sekolah SMA Budi Agung, Bapak Abdullah Siroj, Tim berdiskusi tentang permasalahan Narkoba, kendala dan solusinya.

"Permasalahan Narkoba tidak dapat dibiarkan, karena efek penyalahgunaannya dapat merusak fisik dan psikis penggunanya. Oleh sebab itu, peran orangtua di rumah sangat penting dalam menjaga anak-anak mereka dari ancaman para bandar, serta peran guru dan jajarannya dalam pengawasan di lingkungan sekolah" demikian disampaikan Kepala Sekolah, Relawan Anti Narkoba, yang di rekrut BNNP DKI Jakarta pada saat Pembekalan P4GN bagi Guru BK di 2017.

Masih ditambahkan, bahwa sebagai Kepala Sekolah yang merangkap sebagai Guru BK, dirinya selalu aktif menyampaikan materi Bahaya Narkoba terutama karena materi tersebut merupakan program dalam kurikulum BK kelas X-XII. Selain itu, seluruh Guru di SMA Budi Agung melalui Rencana Pengajaran Pendidikan (RPP) mendapat tugas yang terintegrasi terhadap pengembangan karakter anak, khususnya tentang Kenakalan Remaja. Dengan demikian upaya pencegahan Narkoba dapat dilakukan seluruh Dewan Guru. Selain itu, dalam menyemarakkan HANI 2018, para siswa diajak mengikuti lomba yel-yel anti Narkoba.

Menurut keterangan kepala sekolah, pengawasan terhadap ancaman Narkoba dilakukan melalui razia tas peserta didik secara berkala, dan pantauan melalui CCTV di kelas dan sudut sekolah. Disamping itu, tiap kelas memiliki Buku Daftar Kasus Siswa, seluruh guru yang mengajar di kelas yang bersangkutan wajib mengisi buku tersebut dan melaporkan tiap pelanggaran yang terjadi pada hari itu. Wali kelas akan merekap hasil dari buku tersebut setiap minggu, dan bagi siswa yang sering masuk daftar buku tersebut akan dilakukan konseling dengan Guru BK. Hal ini dianggap sangat efektif, untuk meningkatkan kedisiplinan dan kepatuhan siswa.

Untuk program sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba, telah rutin dilakukan pada saat MPLS oleh Kapolsek Penjaringan, dan Psikolog dari Universitas Bunda Mulia. Tata tertib terkait larangan membawa dan menyalahgunakan Narkoba juga telah berlaku di sekolah ini, tiap pelanggaran kasus Narkoba akan mendapat hukuman maksimal.

Menanggapi berbagai upaya pencegahan yang telah dilakukan pihak sekolah, Tim BNNP DKI Jakarta menyarankan agar sekolah dapat mendorong peran aktif para siswa dalam pelaksanaan Program Anti Narkoba di Lingkungan Sekolah melalui media luar ruang seperti poster, dan mading sekolah. Selain itu, diharapkan agar Sekolah memanfaatkan berbagai layanan dari BNNP DKI Jakarta seperti sosialisasi, dan deteksi dini melalui tes urin.


Share:

Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Melalui Tes Urine Bagi Pelajar SMP Negeri 83 Jakarta Barat

BNNP DKI Jakarta melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba melaksanakan kegiatan tes urine bertempat di SMP Negeri 83 Jakarta, Jl. Empang Bahagia Raya, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (16/10). Sebanyak 270 orang siswa/siswi menjalani pemeriksaan urine tersebut.


Dokumentasi :

 
Share:

Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program/Kegiatan Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah di PTRM Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan

Bidang Rehabilitasi BNNP DKI Jakarta melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program/Kegiatan Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah, bertempat di PTRM Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada hari Senin, 15 Oktober 2018. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi tersebut dilaksanakan oleh Fasilitator Rehabilitasi Seksi Pascarehabilitasi BNNP DKI Jakarta, Tiu Muhardini, S.Pd dan Pengolah Data Seksi Pascarehabilitasi BNNP DKI Jakarta, Martina Rizky Amelia, S.Psi.


Dokumentasi :
 
Share:

Cegah Narkoba di Sekolah, SMA YP IPPI Petojo aktifkan Ekstra kurikuler PMR jadi Penggiat Anti Narkoba

Lingkungan sekolah yang terletak di lingkungan yang padat penduduk rentan akan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. SMA YP IPPI Petojo masuk dalam kriteria tersebut.

Melihat hal tersebut, Tim Seksi Pencegahan yang beranggotakan para Penyuluh Narkoba pada 16 Oktober 2018 berkunjung ke lokasi sekolah dengan tujuan memperkuat rencana aksi pencegahan Narkoba yang telah disusun oleh Guru BK. Yaitu peraturan tentang pencegahan Narkoba di sekolah, serta kampanye stop Narkoba yang menempel pada kegiatan ekstra kurikuler seperti Palang Merah Remaja (PMR).

"Sekolah berada di lingkungan yang rawan. Beberapa waktu yang lalu hampir setiap minggu terjadi tawuran antar pelajar sekolah". Demikian informasi dari Relawan Anti Narkoba, yang juga Guru BK saat Reinhardt, Penyuluh dari BNNP DKI Jakarta menanyakan kondisi lingkungan. Hal ini yang mengakibatkan guru-guru di Sekolah YP IPPI terus melakukan pengawasan ketat diarea sekitar sekolah.

Dalam diskusi ini pihak sekolah menanyakan hal mengenai prosedur dalam pelaksanaan sosialisasi, tes urin dan program rehabilitasi. Pihak sekolah juga ingin membentuk kerjasama dengan BNNP DKI Jakarta dalam hal pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan secara kontinyu.

Namun demikian, sekolah juga telah mengupayakan pencegahan Narkoba melalui menyampaikan materi bahaya Narkoba oleh Guru BK, Guru olahraga serta lewat ekstra kurikuler PMR. Selain itu juga mengundang pihak BNN maupun kepolisian untuk memberikan penyuluhan/ sosialisasi pada MPLS kepada siswa baru supaya mempunyai sikap menolak terhadap Narkoba.

Melalui berbagai upaya tersebut, diharapakan daya tangkal siswa terhadap bahaya Narkoba terus meningkat.


Dokumentasi :

Share:

Featured Post

Zona Integritas

- Humas BNNP DKI Jakarta -. Powered by Blogger.

Blog Archive

Popular Posts

Total Pengunjung