Wednesday, October 17, 2018

Manfaatkan Kunjungan Monev BNNP DKI Jakarta, SMKP Djadajat Adakan Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba bagi Peserta Didik

Sebagai tindak lanjut kunjungan Monitoring dan Evaluasi Program P4GN oleh Tim BNNP DKI Jakarta pada hari Rabu, 17 Oktober 2018, Wakil Kesiswaan SMKP, Ibu Theresia Ernawati, S.Pd, secara inisiatif mempersiapkan jam kosong seluruh siswa untuk diisi oleh pihak BNNP perihal Bahaya Penyalahgunaan Narkoba bagi Generasi Muda. Menurut Ibu Asih Sahara selaku Guru BK, kegiatan sosialisasi ini sangat dibutuhkan oleh pihak sekolah. Selain dikarenakan lingkungan sekolah yang cukup rawan, tetapi juga banyak siswa SMKP Djadajat yang berasal dari luar Pulau, yang berarti jauh dari pantauan Orangtua. Terlebih lagi, kunjungan dari instansi pemerintah seperti Kepolisian, tidak pernah secara khusus dalam rangka sosialisasi Bahaya Narkoba, melainkan difokuskan untuk membagikan informasi rekrutmen di Instansinya.

Pada kesempatan tersebut, Penyuh Narkoba Ahli Pertama BNNP DKI Jakarta, Esther Veronica menjelaskan terkait pengenalan dasar narkoba, jenis-jenis Narkoba, penggolongan dan efek Narkotika, program pencegahan dan rehabilitasi BNN. Ditambahkan lagi, seluruh peserta didik diharapakan waspada terkait peredaran gelap 73 New Paychoactive Substances (NPS), yang dikenal sebagai Narkotika jenis baru, dimana 65 dari 73 NPS tersebut telah masuk kedalam Permenkes 20 Tahun 2018. Penyuluh juga memberikan langkah-langkah pencegahan bagi Generasi Muda untuk menolak tawaran penyalahgunaan Narkoba.

Sosialisasi  Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Peserta Didik SMKP Djadajat disambut dengan antusias peserta didik. Dimana banyak sekali pertanyaan yang disampaikan kepada Penyuluh. Pertanyaan tersebut antara lain tentang perbedaan pecandu yang direhabilitasi dan dihukum penjara, apakah Narkotika Golongan III dapat membuat kecanduan, kegiatan program rehabilitasi, ciri-ciri penyalahguna, dan bahaya ganja, serta alkohol.

Harapan dari kegiatan ini, seluruh peserta didik dapat imun dari Peredaran Gelap dan Penyalahgunaan Narkoba di masa yang akan datang. Dan program P4GN khususnya pencegahan Narkoba di lingkungan SMKP Djadajat dapat berlangsung secara berkelanjutan.


Dokumentasi :

Share:

OSIS SMK Pelayaran Djadajat Punya Peran Fundamental Dalam Pencegahan Kenakalan Remaja

Pada hari Rabu, 17 Oktober 2018, SMKP Djadajat, menjadi lokasi Kegiatan Rapat Monitoring dan Evaluasi pencegahan penyalahgunaan Narkoba antara Tim Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta dengan Relawan Anti Narkoba di sekolah tersebut. Lokasi ini merupakan sekolah ke 54 (lima puluh empat) yang secara maraton dikunjungi dalam rentang waktu 1 bulan oleh tim BNNP DKI Jakarta yang bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas upaya pencegahan Narkoba di Lingkungan Pendidikan.

Menurut Ibu Theresia Ernawati, S.Pd, Wakil Bidang Kesiswaan, permasalahan Narkoba sangat meresahkan, awalnya mencoba jenis rokok dan lem, nanti kelamaan mulai coba ganja, shabu, dsb. Ditambahkan oleh Ibu Asih Sahara, Guru BK, remaja sangat rentan menyalahgunakan karena terbawa arus pergaulan. Mereka tidak memahami bahwa Narkoba sangat berbahaya terutama bagi otak mereka.

Penyampaian materi Bahaya Narkoba dilakukan oleh Guru BK pada saat KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) bagi kelas X-XII. Materi yang disampaikan kepada siswa merujuk pada bahan presentasi yang diperoleh oleh Ibu Asih saat mengikuti Pembekalan dari BNNP DKI Jakarta di 2017. Selain guru BK, Wakil Kesiswaan dan Guru Piket juga berperan dalam pengawasan peserta didik, bukan hanya perkara Narkoba dan Rokok, tetapi pengawasan daftar hadir, sikap dan perilaku setiap siswa. Sebagai tambahan, OSIS di lingkungan SMKP Djadajat juga memiliki peran yang sangat penting dalam pengawasan adik bawah tingkat “junior” dan lingkungan sekolah. OSIS di sekolah ini menerapkan gaya kemiliteran dan masing-masing memiliki tugas dan peran terkait pengawasan lingkungan sekolah. Dalam struktur OSIS pengawasan Narkoba dilimpahkan kepada Polisi Taruna (Poltar) dan Ketua Kelas (Danton). Pihak OSIS juga telah melakukan kampanye melalui media, yaitu penempelan mading tentang Bahaya Narkoba.

Menurut keterangan pihak sekolah, pengawasan terhadap ancaman Narkoba dilakukan melalui razia tas peserta didik secara berkala, dan razia HP untuk menghindari adanya kenakalan pornografi di lingkungan peserta didik. Sekolah meyakini bahwa peredaran Narkoba akan sulit menembus lingkungan sekolah, dikarenakan setiap siswa wajib menerapkan pola hidup sehat, karena sering dilakukan tes kesehatan fisik seperti lari lapangan, push up, renang, dll. Bila ada yang menyalahgunakan Narkoba, pasti mereka tidak akan berhasil melewati tes kesehatan yang rutin dilakukan.

Tata tertib terkait larangan membawa dan menyalahgunakan Narkoba juga telah berlaku di sekolah ini, tiap pelanggaran kasus Narkoba akan mendapat hukuman maksimal. Meskipun sebelumnya tentu akan dilakukan pendekatan secara kekeluargaan melalui konseling dan pemanggilan orangtua.

Sebagai penutup, dengan kepedulian pihak sekolah terkait penyalahgunaan Narkoba di kalangan remaja, wakil kesiswaan akan segera membuat jadwal sosialisasi dan deteksi dini melalui tes urin kepada BNNP DKI Jakarta.


Dokumentasi :

Share:

Gandeng Alumni Jadi Jurus Guru BK SMK Bunda Kandung Mencegah Narkoba

Berbagai kendala dalam upaya pencegahan dilingkungan sekolah tidak bisa diatasi sendiri oleh para Guru Bimbingan Konseling (BK), diperlukan dukungan dari berbagai stakeholder, salah satunya adalah Ikatan Alumni. Demikian disampaikan Oleh Ibu Santi, Relawan Anti Narkoba, saat Tim Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta mengunjungi SMK Bunda Kandung pada tanggal 17 oktober 2019 dengan tujuan melaksanakan Monitoring dan Evaluasi atas upaya pencegahan Narkoba yang telah dilakukan.

Masih dari ibu Santi, yang  sehari-hari bertugas sebagai Guru BK, tim mendapatkan informasi tentang berbagai upaya yang dilakukan pihak sekolah seperti melakukan razia secara mendadak kepada para siswa, menyisipkan materi tentang bahaya narkoba di jam mengajar dan dalam bimbingan kerohanian maupun upacara bendera.

Sekolah juga memiliki tata tertib yang disusun oleh Kepala Sekolah bersama para stakeholder dan memuat ketentuan perihal anti penyalahgunaan Narkoba. Tata tertib ini harus dipatuhi oleh peserta didik dan wali didik. Sanksi bagi kasus terkait Narkoba cukup berat, yaitu pemulangan siswa didik ke wali. Sosialisasi dengan memberikan materi kepada anak didik juga menjadi cara sekolah mencegah Narkoba selain tentunya didukung dengan cara lain seperti kampanye Stop Narkoba  dengan memanfaatkan poster dan stiker tentang Narkoba. Upaya-upaya tersebut selain dengan BNN juga bekerjasama dengan Polsek dan puskesmas setempat dalam penyampaian materi dan pemeriksaan kesehatan kepada para peserta didik.

Dukungan dari para alumni juga memberikan warna dan penguatan dalam upaya pencegahan Narkoba tersebut, namun demikian belum ada pembagian tugas secara rinci tentang peran mereka. Sejauh ini kerjasama dilakukan secara reaktif menyesuaikan konteks dan permasalahan yang muncul.

Pada akhir kunjungan, diskusi berlanjut ke pertanyakan kepada BNNP DKI Jakarta tentang bagaimana cara mengundang penyuluh Narkoba untuk sosialisasi dan mekanisme untuk tes urine kepada peserta didik dalam rangka pendeteksian dini. Ditanggapi oleh Iskandar dari BNNP DKI Jakarta, disampaikan bahwa layanan tersebut gratis dan cara mengaksesnya mudah, cukup mengirimkan email ke cegahbnnpdki1@gmail.com untuk kemudian akan diinformasikan petunjuk teknisnya.


Dokumentasi :

Share:

BNNP DKI Jakarta Gelar Operasi Indekos

Cegah Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di Ibukota, Bidang Pemberantasan BNNP DKI Jakarta melakukan Operasi Indekos, Rabu (17/10/2018). Tim razia berjumlah 50 orang terdiri dari personil gabungan (BNNP DKI Jakarta, BRIMOB Polda Metro Jaya, K-9 BNN).

Petugas BNNP DKI Jakarta melakukan pemeriksaan urine sebanyak enam puluh tujuh  orang yang terdiri dari pengunjung kos Lautze 30 A-B dan pengunjung kos 32. Empat belas orang terindikasi positif menggunakan narkoba, terdiri dari 8 orang perempuan dan 6 orang lak-laki. Dari ke empat belas orang tersebut di gelandang ke kantor BNNP DKI Jakarta untuk ditindak lanjuti. Dan dalam operasi ini ditemukan barang bukti Ditemukan barang bukti :
- 1 buah bong
- 8 buah sedotan
- 1 buah korek api setting
- 1 buah cotton bud
- 1 buah sedotan untuk sendok Shabu
- 1 buah cangklong
- 1 plastik klip bening 0,25 gr Shabu
- 1 plastik klip bening berisi 0,17 gr Shabu




Share:

Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Melalui Tes Urine Bagi Pelajar SMP Negeri 203 Jakarta Timur

BNNP DKI Jakarta melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba melaksanakan kegiatan tes urine bertempat di SMP Negeri 203 Jakarta Timur, Jl. Jl. Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur,  Rabu (17/10). Sebanyak 180 orang siswa/siswi menjalani pemeriksaan urine tersebut.


Dokumentasi :




Share:

Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program/Kegiatan Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah di PTRM Puskesmas Kecamatan Johar Baru

Bidang Rehabilitasi BNNP DKI Jakarta melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program/Kegiatan Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah, bertempat di PTRM Puskesmas Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat pada hari Rabu, 17 Oktober 2018. Pelaksanan kegiatan Monitoring dan Evaluasi dari BNNP DKI Jakarta oleh Rika Oktaviani, AMK, S.Psi dan Kartika Kemala, S.Pd.


Dokumentasi :
Share:

Featured Post

Zona Integritas

- Humas BNNP DKI Jakarta -. Powered by Blogger.

Blog Archive

Popular Posts

Total Pengunjung