Tuesday, October 23, 2018

Tangkal Bahaya Narkoba melalui Peran Aktif Seluruh Komponen SMA Kristen Tirta Marta - BPK Penabur

Jakarta sebagai Ibukota Negara dengan segala kompleksitasnya, khususnya di lingkungan pelajar, perlu peran serta dari seluruh komponen sekolah dan pengawasan yang ekstra agar para siswa terhindar dari penyalahgunaan Narkoba. Oleh karena itu, diperlukan upaya deteksi dini terhadap penyalahgunaan Narkoba seperti tes urin secara berkala. Di SMA Kristen Tirta Marta - BPK Penabur ini, tes urin dilakukan rutin sebanyak dua kali dalam setahun baik untuk siswa maupun guru. Namun, sejauh ini belum ditemukan indikasi penyalahgunaan Narkoba. Demikian disampaikan Kepala Sekolah SMA Kristen Tirta Marta kepada Kepala Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta Sayyid Aranjaya, selaku Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi BNNP DKI Jakarta.  

Tim Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta melaksanakan rapat monitoring dan evaluasi ke SMA Kristen Tirta Marta pada tanggal 23 Oktober 2018, untuk mengetahui upaya pencegahan yang telah dilakukan dan hambatan yang ada, setelah Guru BK mendapatkan Pembekalan P4GN di tahun 2017 lalu. Selain dengan Kepala Sekolah, Tim juga berdiskusi dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Guru BK. Pihak sekolah juga secara rutin melakukan sosialisasi kepada siswa, khususnya pada saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Polres Jakarta Selatan juga pernah diundang untuk melakukan sosialisasi terkait dengan kenakalan remaja dan bahaya penyalahgunaan Narkoba.

Berbagai upaya pencegahan yang dilakukan SMA Kristen Tirta Marta patut mendapatkan apresiasi, karena seluruh komponen sekolah, baik dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Guru BK, sampai dengan siswa dilibatkan untuk upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba. Himbauan Anti Narkoba juga dipasang di area lingkungan sekolah. Pihak sekolah juga menjelaskan tentang adanya tata tertib siswa yang mengatur larangan penyalahgunaan Narkoba. Namun, pihak sekolah berharap untuk dapat meningkatkan kerja sama dan mendapatkan dukungan dari BNNP DKI Jakarta, yaitu dalam hal sosialisasi secara rutin kepada siswa.


Share:

Bimbingan Teknis Dalam Rangka Peningkatan Kompetensi Petugas Pascarehabilitasi

Jakarta, BNNP DKI Jakarta - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta Bidang Rehabilitasi mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Dalam Rangka Peningkatan Kompetensi Petugas Pascarehabilitasi di Fave Hotel, Jakarta Timur, Selasa (23/10/2018).

Kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta di lingkungan BNNP DKI Jakarta, BNNK Jakarta Utara, BNNK Jakarta Selatan, BNNK Jakarta Timur, dan Yayasan Komponen Masyarakat.

Kepala BNNP DKI Jakarta Johny Pol Latupeirissa sebagai narasumber pada kegiatan tersebut mengatakan diharapkan kita sebagai petugas mampu memotivasi para pecandu dan mampu memberikan pelatihan, keterampilan kepada mantan para pecandu agar mereka percaya diri ketika berada di lingkungan masyarakat.

"Ada tiga faktor yang mempengaruhi seseorang pulih, yang pertama adalah kemampuan untuk melepaskan diri dari jeratan keinginan-keinginan untuk menggunakan narkoba lagi, yang kedua kemampuan untuk beradaptasi di lingkungan dia tinggal dan yang ketiga bagaimana kemampuan seseorang untuk meningkatan potensi dirinya," ujar kepala BNNP DKI Jakarta Drs. Johny Pol Latupeirissa, SH


Share:

Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Melalui Tes Urine Bagi Pelajar SMP Negeri 87 Jakarta Selatan

BNNP DKI Jakarta melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba melaksanakan kegiatan tes urine bertempat di SMP Negeri 87 Jakarta, Jl. Ciputat Raya, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Selasa (23/10). Sebanyak 325 orang siswa/siswi menjalani pemeriksaan urine tersebut.


Dokumentasi :
 
Share:

Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Melalui Tes Urine Bagi Pelajar SMPN 22 Jakarta

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta melakukan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Deteksi Dini Pemeriksaan Urine Bagi Siswa/i SMPN 22 Jakarta, berlokasi di Jl. Jembatan Batu, Kota Tua, Jakarta Barat, Selasa(23/10/2018).

Kegiatan tersebut dilakukan melalui tes urin kepada Siswa/i SMPN 22 Jakarta. Sebanyak 286 peserta yang mengikuti tes urin tersebut. Ratusan peserta tampak antusian mengikuti tes urin yang dilaksanakan oleh BNNP DKI Jakarta. 1 diantara 286 siswa terindikasi penyalahgunaan Psikotropika/Narkotika jenis shabu. Kemudian yang bersangkutan dibawa ke kantor BNNP DKI Jakarta untuk tindak lanjuti.


Share:

Awasi Siswa Dari Narkoba, Guru BK SMPN 231 Terapkan Metode Komunikasi Teman Sebaya

Pada hari Kamis, 18 Oktober 2018 tim Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta melakukan Rapat Monitoring dan Evaluasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di SMPN 231 Jakarta. Kegiatan ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana kepedulian Relawan Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan dalam melaksanakan program pencegahan Narkoba. Kedatangan tim disambut oleh Bapak Edi selaku Wakil Kesiswaan dan Ibu Yeni Fauziah serta Ibu Kartini selaku Guru BK

Disampaikan oleh Bapak Edi, bahwa permasalahan Narkoba sangat rawan menjangkit siswa, hal ini tidak lepas dari pergaulan remaja yang saat ini gemar mencoba-coba hal baru. Sementara mereka tidak memiliki pengetahuan yang baik bahwa Narkoba dapat merusak otak mereka, dan akan mempengaruhi cara berpikir & konsentrasi mereka.

Melihat kondisi lingkungan sekolah yang berada di Zona Merah, Guru BK berupaya menjalin komunikasi seperti teman sebaya kepada seluruh siswa. Sehingga mereka tidak ragu bercerita terkait persoalan mereka, serta mau melaporkan bila terdapat indikasi penyalahgunaan di lingkungan teman-temannya. Melalui langkah ini, Guru BK berhasil mengidentidikasi penyalahgunaan Narkoba oleh beberapa peserta didik. Penanganan terhadap peserta didik yang menjadi korban barang haram tersebut, patut diberikan apresiasi. Sekolah tetap menjatuhkan hukuman (poin pelanggaran) sesuai Tata Tertib yang berlaku, namun juga dilakukan pendampingan kepada yang bersangkutan & orangtua siswa tersebut. Menurut Ibu Yeni, dengan mengeluarkan anak tersebut dari sekolah, tidak akan memberikan solusi bagi masa depan sang anak. Oleh sebab itu, penanganan masalah Narkoba khususnya bagi remaja SMP harus dengan langkah yang humanis, yaitu bimbingan dan pembinaan.

Pihak sekolah mengatakan memiliki keterbatasan dalam hal sosialisasi bahaya Narkoba. Penyebarluasan informasi terkait Narkoba pernah dilakukan saat apel oleh pihak Polres setempat, namun kurang detail. Mengatasi hal ini, Guru BK mengajak peran siswa yang terindikasi coba Zat Adiktif untuk membuat Mading Sekolah terkait Bahaya Narkotika dan Rokok Elektrik. Dengan adanya tugas seperti ini, diharapkan mereka dapat menyadari bahayanya dan tidak akan mencoba menggunakannya lagi.

Kerawanan Lingkungan Sekolah, dan Kewaspadaan Tim Wakil Kesiswaan SMPN 231 Jakarta akan ditindak lanjuti dengan mengundang pihak BNNP DKI Jakarta untuk melakukan sosialisasi dan deteksi dini melalui tes urin kepada sample siswa dalam waktu dekat.


Dokumentasi :

Share:

Featured Post

Zona Integritas

- Humas BNNP DKI Jakarta -. Powered by Blogger.

Blog Archive

Popular Posts

Total Pengunjung