Thursday, August 30, 2018

Menatap Dunia Kerja, Calon Pekerja Dibekali Pengetahuan Narkoba



Pekerja yang dianggap aset bangsa, merupakan kelompok terbesar penyalahguna Narkoba dibanding kelompok lainnya. Keadaan ini didukung oleh laporan International Labour Organization (ILO), yang menunjukkan bahwa sekitar 70% alcoholic atau pecandu minuman keras dan lebih dari 60% penyalahguna Narkoba berada di tempat kerja.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pekerja di Indonesia sangat besar, yaitu sekitar112,8 juta orang, maka sekecil apapun potensi terpapar Narkoba akan menimbulkan tingkat penyalahgunaan yang sangat besar.
Melihat fenomena ini, Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las (PPKKPL), di Jalan Raya Condet Jakarta Timur, Kamis (30/8/2018) ditengah-tengah pelatihan teknik pengelasan kepada para remaja menyisipkan materi tentang upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba. Kegiatan ini perlu mendapat apresiasi bersama dikarenakan peserta khusus ini kedepannya merupakan calon-calon pekerja handal dalam teknik pengelasan.
Menurut Kepala PPKKPL, Rudolf Tambunan, pihaknya menghadirkan BNNP DKI Jakarta sebagai narasumber untuk memberikan materi. “Dalam pelatihan ini kami memang sengaja menyisipkan materi tentang Pencegahan Narkoba. Menatap dunia kerja, mereka selain dibekali dengan teknik pengelasan juga perlu mendapatkan bekal tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba.”
Sebagai instruktur dalam kegiatan ini adalah Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNP DKI Jakarta, Afib Rizal. Dalam kesempatan ini Afib menyampaikan kondisi bahwasanya pekerja yang berisiko tinggi menyalahgunakan Narkoba adalah laki-laki, namun angka prevalensi pernah pakai pada kelompok perempuan naik secara signifikan; bujangan; hidup berpisah, cerai; tinggal tidak bersama keluarga terutama di rumah kost atau apartemen.
“Penyalahgunaan Narkoba pada pekerja berdampak negatif terhadap kesehatan dan produktivitas. Laporan ILO menunjukkan bahwa lebihdari 40% kecelakaan kerja berkaitan dengan penyalahgunaan Narkoba dan minuman keras”. Ungkap Afib.
Lebih lanjut Afib mengingatkan bahwa tempat kerja perlu melakukan kegiatan pencegahan penyalahgunaan Narkoba. Perlu disadari bahwa pencegahan itu is goodbusiness. Kalau pekerja sehat dan bebas dari Narkoba maka produktivitas kerjaakan meningkat, keselamatan dan keamanan pekerja membaik, motivasi meningkat; dan corporate image meningkat.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandaga Uno menyampaikan kunci sukses bagi pekerja dengan prinsip “empat as”. Yang pertama kerja keras. Lalu kalau sudah dilatih kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas," ujarnya. Sandiaga berharap pusat pelatihan las Condet dapat menciptakan tenaga kerja yang terampil. Diharapkan, tenaga kerja yang terampil dapat membantu mengurangi pengangguran.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Featured Post

Zona Integritas

- Humas BNNP DKI Jakarta -. Powered by Blogger.

Blog Archive

Popular Posts

Total Pengunjung