Saturday, August 4, 2018

Talkshow Narkoba Merusak Masa Depan Generasi Bangsa

Jakarta, BNNP DKI Jakarta - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta mengadakan acara Talkshow di Lapangan Olahraga Rt 07/09 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (4/8/2018).

Talkshow itu diberi tema Narkoba Merusak Masa Depan Generasi.

Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 200 orang yang terdiri dari warga dan Danramil Jagakarsa.

Narasumber Talkshow Kabag Umum BNNP DKI Jakarta Joko Purnomo mengatakan bahwa di 106 negara terdapat 739 zat narkotika NPS (New Psychoactive Substances). 

Sebanyak 71 zat NPS telah masuk dan beredar luas di indonesia, 65 zat di antaranya telah berhasil mendapatkan kekuatan hukum melalui Permenkes No 57 dan 58 tahun 2017 tentang Penggolongan Narkotika.

Ancaman hukumannya diberlakukan sesuai dengan Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Angka tertinggi pengguna narkoba peringkat 1 di Indonesia adalah DKI Jakarta. Ada 113 titik pusat penyebaran narkoba di DKI Jakarta yang menjadi pantauan kami," katanya saat menyampaikan materi di Lapangan Olahraga Rt 07/09 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (4/8/2018).

Ia menambahkan, kurangnya kesadaran masyarakat dalam menyikapi persoalan narkoba menjadi permasalahan tersendiri. 

Masyarakat yang tidak mau melapor kepada petugas maupun masyarakat sekitar dapat meningkatkan angka penyebarluasan narkotika. 

Selama acara berlangsung, masyarakat yang hadir tampak begitu antusias dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh narasumber.

Mereka juga tampak antusias melakukan tanya jawab bersama narasumber.


Share:

Peringatan Ulang Tahun ke-40 Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA)


Jakarta, BNNP DKI Jakarta -- Kepala BNNP DKI Jakarta Drs. Johny Pol Latupeirissa, SH didampingi Kabid P2M Krisna Anggara, SH, M.Si menghadiri acara Peringatan Ulang Tahun ke-40 Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA) di Balai Tetap Setia Jl. Siaga Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (04/08).

Organisasi BERSAMA (Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama) yang lahir dan diresmikan pada 26 Juni 1978 merupakan perwujudan kesadaran masyarakat akan perlunya partisipasi sosial dalam rangka meningkatkan daya tahan masyarakat terhadap ancaman bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya.

Narkoba telah merupakan ancaman bagi bangsa indonesia sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu, narkoba telah menjadi musuh bangsa sejak sekian lamanya. Saat ini pun narkoba tetap menjadi musuh bangsa, dengan kualitas dan kuantitas ancamannya yang semakin hari terus berkembang seperti wabah atau penyakit menular yang semakin sulit dibendung.

"Masalah narkoba telah menjadi beban yang amat berat bagi bangsa kita. Dana telah kita habiskan berpuluh-puluh triliun untuk upaya penindakan, pencegahan, dan rehabilitasi sosial setiap tahunnya" Ujar Ketum BERSAMA Mayjend Pol (Purn) Putera Astama.

"Sumber Daya Manusia kita terutama generasi muda juga merosot tajam sehingga daya saing kita sebagai bangsa semakin melemah dan kita cenerung berpotensi menjadi bangsa yang tertinggal" Lanjutnya.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Wakil Presiden ke-6 Tri Sutrisno, Deputi Pencegahan BNN RI Ali Johardi, dan para pemerhati, aktivis peduli bahaya narkoba.


 


Share:

Translate

Featured Post

Rapat Pembahasan Layout Ruangan bagi Gedung BNNP DKI Jakarta

Bertempat di Ruang Kepala BNNP DKI Jakarta, rapat pembahasan terkait revisi layout ruangan gedung bagi BNNP DKI Jakarta yang beralamat di J...

- Humas BNNP DKI Jakarta -. Powered by Blogger.

Blog Archive

Popular Posts

Contact Form

Name

Email *

Message *

Total Pengunjung