Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini













Rabu, 24 April 2019

Diseminasi Informasi P4GN melalui Talkshow di Gedung LLDIKTI

BNNP DKI Jakarta - Sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba, BNN Provinsi DKI Jakarta kembali melakukan kegiatan diseminasi informasi P4GN melalui Talkshow di Aula Gedung LLDIKTI, pada hari Rabu, 24 April 2019. Kegiatan ini difasilitasi oleh pihak AIPViKI Regional III sebagai penyelenggara kegiatan ini. Didasari atas keprihatinan terhadap makin maraknya peredaran Narkoba dengan modus-modus baru yang menyasar keberbagai pihak. Dalam sambutannya Kepala Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Bapak Imam Wiyono, beliau menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi kepada BNNP DKI Jakarta atas kerjasama yang baik dengan Universitas dan Perguruan Tinggi. Dibidang akademik, diharapkan partisipasi kepada para akademik dapat Setiap tahun diadakan kuliah kerja nyata tematik akan dimasukkan kesalah satu kurikulum. Kegiatan KKN Tematik ini meliputi aspek kesehatan untuk masyarakat. Dalam kegiatab KKN ini tidak terlepas dari kegiatan P4GN, adanya perpanjangan tangan dari BNN oleh adanya KKN Tematik di daerah-daerah. Diharapkan juga para akademik ini menjadi garda terdepan dalam program P4GN ini karena hal ini untuk mendapatkan outcome dalam program-program akademik. Kegiatan yg bekerjasama dengab BNNP DKI Jakarta ini menjadi program kegiatan di tahun depan untuk program Mahasiswa Baru, memasukkan kegiatan sosialisasi dalam perekrutan mahasiswa baru.Selaku Narasumber pertama, Kabid P2M BNNP DKI Jakarta Bapak Khrisna Anggara menyampaikan mengenai Situasi Permasalahan Narkoba di Indonesia. Inpres No 6 tahun 2018 tentang RAN P4GN 2018-2019, berbicara mengenai pencegahan penyalahgunaan Narkoba kita semua perlu untuk tau dan bertindak, yang menjadi fokus sasaran penyebaran informasi ini adalah orang/mahasiswa yang belum pernah memakai. Selain upaya pencegahan kita juga bisa berkontribusi kedalam pemberantasan Narkoba dengan cara memberikan informasi dan melaporkan secara lengkap kepada BNNP DKI Jakarta terkait adanya indikasi penyalahgunaan atau peredaran Narkoba di lingkungan kita.Selanjutnya, dr. Hari Nugroho selaku Narasumber kedua menjelaskan materi tentang Rehabilitasi Pecandu Narkoba Beliau menyampaikan bahwa asalnya Narkoba pada zaman dahulu adalah legal dan digunakan untuk kesehatan. Berbagai Narkoba jenis baru yang membuat orang kecanduan di Indonesia seperti berbentuk liquid, cair dll. Membahas soal adiksi atau kecanduan, adiksi tidak melilu soal zat. Adiksi bisa berupa makanan, judi online, sex, pornografi dan game online. Orang yang menggunakan Narkoba itu untuk to feel good (mencari sensasi) dan to feel better (merasa lebih baik). Alasan seseorang memakai Narkoba salah satunya ialah ingin tahu, bersenang-senang dan coba-coba.Diakhir acara, dilakukan sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan yang ditanyakan oleh peserta diantaranya yaitu Bagaimana cara mengintervensi mahasiswa yang terindikasi penyalahgunaan Narkoba. Bagaimana penanganan terhadap orang yang kecanduan Shabu dengan tidak direhabilitasi dan berapa lama untuk masa detoksifikasi. Apakah orang yang lengannya ada sayatan itu berarti pecandu Narkoba. Para peserta sangat antusias dengan tidak hanya memberikan pertanyaan, namun juga memberikan saran bagi BNNP DKI Jakarta. Kepada peserta yang aktif tersebut, dibagikan souvenir berupa kaos Stop Narkoba dan tak lupa diakhir acara dilakukan foto bersama dengan para peserta dan secara bersama-sama melontarkan yel-yel anti narkoba sebagai penutup acara.


Selasa, 23 April 2019

Diseminasi Informasi P4GN Kepada Lingkungan Pelajar SMA/SMK Jakarta Pusat

BNNP DKI Jakarta - Upaya untuk menahan laju angka prevalensi di lingkungan pelajar tak henti-hentinya dilakukan BNNP DKI Jakarta. Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta turut berpartisipasi dan berperan serta dalam mensosialisasikan pencegahan penyalahgunaan Narkoba pada rangkaian acara "Dialog Interaktif Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika bagi Tokoh Masyarakat dan Pelajar", yang diselenggarakan oleh Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Administrasi Jakarta Utara pada tanggal 23-24 April 2019.Bertempat di Hotel Merlynn Park, Jl. KH Hasyim Ashari No. 29-131 Jakarta Pusat, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Administrasi Jakarta Pusat Fuadi beserta jajarannya. Pada hari pertama kegiatan, Narasumber Penyuluh Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta menyampaikan materi pencegahan penyalahgunaan Narkoba kepada kurang lebih 65 orang perwakilan Guru dan siswa-siswa SMA/SMK Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat Wilayah I dan II.Dialog berlangsung interaktif, yang ditunjukkan dengan antusiasme peserta dalam mendengarkan materi dan mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta, antara lain kenapa seluruh pelajar di Provinsi DKI Jakarta tidak di tes urine saja, ingin mengetahui bentuk/wujud asli dari shabu dan narkotika lainnya saat sosialisasi dan bagaimana cara BNN dalam mengungkap kasus narkotika.


Selasa, 23 April 2019

Diseminasi Informasi P4GN melalui Talkshow di Kecamatan Kembangan

BNNP DKI Jakarta - Sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba, BNN Provinsi DKI Jakarta kembali melakukan kegiatan diseminasi informasi P4GN melalui Talkshow di Aula Kantor Camat Kembangan, pada hari Selasa, 23 April 2019. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak Kecamatan Kembangan didasari atas keprihatinan terhadap makin maraknya peredaran Narkoba dengan modus-modus baru yang menyasar keberbagai pihak. Dalam sambutannya Sekretaris Camat Bapak Joko Mulyono, beliau menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi kepada BNNP DKI Jakarta yang telah memberikan kepedulian dan pembelajaran bagi para warga Kecamatan. Diharapkan kegiatan ini akan mendorong kepedulian para SKPD dan para masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan Narkoba.Selaku Narasumber pertama, Analis Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN, Bapak dr. Arief Riadi Arifin, Sp.P, MARS menyampaikan mengenai angka prevalensi penyalahguna Narkotika di Indonesia, peredaran New Psychoactive System (NPS) atau Narkotika Jenis Baru yang peredarannya melalui media sosial / akses internet, Kategori pengguna Narkotika, adiksi serta metode rehabilitasi yang tidak luput dari pokok bahasan Narasumber ini.Selanjutnya, Bapak Engkos Kosidin, S.Sos, M.Si selaku Narasumber kedua menjelaskan materi tentang pencegahan Narkoba dikalangan Keluarga Beliau menyampaikan bahwa keluarga merupakan ujung tombak penting terhadap kasus penyalahgunaan Narkoba dikalangan anak dan remaja, keluarga yang harmonis dan lebih condong terhadap pendekatan agama biasanya lebih terhindar dari kasus penyalahgunaan Narkoba namun akan sebaliknya apabila keluarganya banyak bermasalah akan lebih rentan terhadap kasus penyalahgunaan Narkoba. Dalam hal ini Narasumber menjelaskan pula mengenai kategori kelompok resiko tinggi yang rentan terhadap penyalahgunaan Narkoba, cara penanganan kategori kelompok resiko tinggi dan solusi yang harus dan dapat dilakukan apabila terdapat keluarga yang terlibat dengan kasus penyalahgunaan Narkoba.Diakhir acara, dilakukan sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan yang ditanyakan oleh peserta diantaranya yaitu aspek hukum bagi para pemakai, pengedar maupun bandar Narkoba, aspek rehabilitasi terkait prosedur dan biayanya, aspek pencegahan terkait pelaksanaan sosialisasi yang hendaknya lebih banyak menyasar kepada masyarakat dengan pengkategorian khusus agar program pencegahan dapat lebih masif dengan menyasar ke banyak pihak, dll. Para peserta sangat antusias dengan tidak hanya memberikan pertanyaan, namun juga memberikan saran bagi BNNP DKI Jakarta. Kepada peserta yang aktif tersebut, dibagikan souvenir berupa kaos Stop Narkoba dan tak lupa diakhir acara dilakukan foto bersama dengan para peserta dan secara bersama-sama melontarkan yel-yel anti narkoba sebagai penutup acara.


Senin, 15 April 2019

Audiensi dengan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta

BNNP DKI Jakarta - Kegiatan audiensi dengan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta dalam rangka tindak lanjut Inpres No.6 Th.2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN dilaksanakan oleh tim seksi pencegahan BNNP DKI Jakarta yang dipimpin oleh Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP DKI Jakarta (Khrisna Anggara), Plt. Kasi Pencegahan (Rina Astuti) dan Penyuluh Narkoba Ahli Pertama (Nanda Paramita), Senin 15 April 2019.Dalam audiensi ini tim diterima oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta (Bpk. H. Saiful Mujab) beserta tim yang terdiri dari Kabag TU (Bpk. H. Sadirin), Kasubbag Informasi dan Humas (Bpk. Affan Sofwan), Bagian Ortala dan Kepegawaian (Bpk. Chairul), Bagian Pendidikan Madrasyah (Bpk. Eka), Kasi Pondok Pesantren Bagian Pendidikan Agama Islam dan Keagamaan Islam (Bpk. H. Dadi Suryadi), Bidang Penerangan Agama Islam (Bpk. Saiful Amri) dan Bidang Urusan Agama (Bpk. Romelan)Dalam audiensi ini tim memberikan gambaran program P4GN sesuai dengan Inpres No. 6 Th.2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN yang dapat disinergikan antara pihak kanwil dengan BNNP DKI JakartaHasil dari audiensi ini didapat informasi yaitu sebagai berikut:1. Program P4GN yang akan lebih disinergikan antara pihak Kanwil dengan BNNP DKI Jakarta diantaranya sosialisasi P4GN yang sesuai dengan bidangnya yaitu sebagai berikut: a) bidang madrasyah mulai dari MI, MTS maupun Aliyah baik untuk guru, pegawai dan juga peserta didik, b) bidang pendidikan agama islam dan keagamaan islam terutama bagi pesantren yang belum pernah dilakukan sosialisasi, c) bidang urusan agama sosialisasi bagi para calon pengantin dapat dilakukan pada saat kegiatan bimbingan perkawinan sebagai bekal calon pengantin kedepannya d) bidang penerangan agama islam bagi para penyuluh agama agar para penyuluh mendapat bekal ilmu pengetahuan mengenai P4GN sehingga materi Narkoba dapat disinergikan dengan materi agama2. Program P4GN lainnya yaitu deteksi dini melalui tes urine yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan bagi pegawai kanwil dengan metode sampling yang bekerja sama dengan BNNP DKI Jakarta dan mengenai tes urine bagi para calon pengantin hendaknya tidak berbenturan dengan pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin3. Pihak kanwil akan segera menerbitkan surat edaran atau surat himbauan mengenai pelaksanaan program P4GN agar semua bidang di lingkungan kanwil Kemenag Prov. DKI Jakarta beserta jajarannya dapat mempedomaninya.



Rabu, 24 April 2019

Diseminasi Informasi P4GN melalui Talkshow di Gedung LLDIKTI

BNNP DKI Jakarta - Sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba, BNN Provinsi DKI Jakarta kembali melakukan kegiatan diseminasi informasi P4GN melalui Talkshow di Aula Gedung LLDIKTI, pada hari Rabu, 24 April 2019. Kegiatan ini difasilitasi oleh pihak AIPViKI Regional III sebagai penyelenggara kegiatan ini. Didasari atas keprihatinan terhadap makin maraknya peredaran Narkoba dengan modus-modus baru yang menyasar keberbagai pihak. Dalam sambutannya Kepala Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Bapak Imam Wiyono, beliau menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi kepada BNNP DKI Jakarta atas kerjasama yang baik dengan Universitas dan Perguruan Tinggi. Dibidang akademik, diharapkan partisipasi kepada para akademik dapat Setiap tahun diadakan kuliah kerja nyata tematik akan dimasukkan kesalah satu kurikulum. Kegiatan KKN Tematik ini meliputi aspek kesehatan untuk masyarakat. Dalam kegiatab KKN ini tidak terlepas dari kegiatan P4GN, adanya perpanjangan tangan dari BNN oleh adanya KKN Tematik di daerah-daerah. Diharapkan juga para akademik ini menjadi garda terdepan dalam program P4GN ini karena hal ini untuk mendapatkan outcome dalam program-program akademik. Kegiatan yg bekerjasama dengab BNNP DKI Jakarta ini menjadi program kegiatan di tahun depan untuk program Mahasiswa Baru, memasukkan kegiatan sosialisasi dalam perekrutan mahasiswa baru.Selaku Narasumber pertama, Kabid P2M BNNP DKI Jakarta Bapak Khrisna Anggara menyampaikan mengenai Situasi Permasalahan Narkoba di Indonesia. Inpres No 6 tahun 2018 tentang RAN P4GN 2018-2019, berbicara mengenai pencegahan penyalahgunaan Narkoba kita semua perlu untuk tau dan bertindak, yang menjadi fokus sasaran penyebaran informasi ini adalah orang/mahasiswa yang belum pernah memakai. Selain upaya pencegahan kita juga bisa berkontribusi kedalam pemberantasan Narkoba dengan cara memberikan informasi dan melaporkan secara lengkap kepada BNNP DKI Jakarta terkait adanya indikasi penyalahgunaan atau peredaran Narkoba di lingkungan kita.Selanjutnya, dr. Hari Nugroho selaku Narasumber kedua menjelaskan materi tentang Rehabilitasi Pecandu Narkoba Beliau menyampaikan bahwa asalnya Narkoba pada zaman dahulu adalah legal dan digunakan untuk kesehatan. Berbagai Narkoba jenis baru yang membuat orang kecanduan di Indonesia seperti berbentuk liquid, cair dll. Membahas soal adiksi atau kecanduan, adiksi tidak melilu soal zat. Adiksi bisa berupa makanan, judi online, sex, pornografi dan game online. Orang yang menggunakan Narkoba itu untuk to feel good (mencari sensasi) dan to feel better (merasa lebih baik). Alasan seseorang memakai Narkoba salah satunya ialah ingin tahu, bersenang-senang dan coba-coba.Diakhir acara, dilakukan sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan yang ditanyakan oleh peserta diantaranya yaitu Bagaimana cara mengintervensi mahasiswa yang terindikasi penyalahgunaan Narkoba. Bagaimana penanganan terhadap orang yang kecanduan Shabu dengan tidak direhabilitasi dan berapa lama untuk masa detoksifikasi. Apakah orang yang lengannya ada sayatan itu berarti pecandu Narkoba. Para peserta sangat antusias dengan tidak hanya memberikan pertanyaan, namun juga memberikan saran bagi BNNP DKI Jakarta. Kepada peserta yang aktif tersebut, dibagikan souvenir berupa kaos Stop Narkoba dan tak lupa diakhir acara dilakukan foto bersama dengan para peserta dan secara bersama-sama melontarkan yel-yel anti narkoba sebagai penutup acara.


Selasa, 23 April 2019

Diseminasi Informasi P4GN Kepada Lingkungan Pelajar SMA/SMK Jakarta Pusat

BNNP DKI Jakarta - Upaya untuk menahan laju angka prevalensi di lingkungan pelajar tak henti-hentinya dilakukan BNNP DKI Jakarta. Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta turut berpartisipasi dan berperan serta dalam mensosialisasikan pencegahan penyalahgunaan Narkoba pada rangkaian acara "Dialog Interaktif Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika bagi Tokoh Masyarakat dan Pelajar", yang diselenggarakan oleh Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Administrasi Jakarta Utara pada tanggal 23-24 April 2019.Bertempat di Hotel Merlynn Park, Jl. KH Hasyim Ashari No. 29-131 Jakarta Pusat, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Administrasi Jakarta Pusat Fuadi beserta jajarannya. Pada hari pertama kegiatan, Narasumber Penyuluh Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta menyampaikan materi pencegahan penyalahgunaan Narkoba kepada kurang lebih 65 orang perwakilan Guru dan siswa-siswa SMA/SMK Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat Wilayah I dan II.Dialog berlangsung interaktif, yang ditunjukkan dengan antusiasme peserta dalam mendengarkan materi dan mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta, antara lain kenapa seluruh pelajar di Provinsi DKI Jakarta tidak di tes urine saja, ingin mengetahui bentuk/wujud asli dari shabu dan narkotika lainnya saat sosialisasi dan bagaimana cara BNN dalam mengungkap kasus narkotika.


Senin, 15 April 2019

Audiensi dengan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta

BNNP DKI Jakarta - Kegiatan audiensi dengan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta dalam rangka tindak lanjut Inpres No.6 Th.2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN dilaksanakan oleh tim seksi pencegahan BNNP DKI Jakarta yang dipimpin oleh Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP DKI Jakarta (Khrisna Anggara), Plt. Kasi Pencegahan (Rina Astuti) dan Penyuluh Narkoba Ahli Pertama (Nanda Paramita), Senin 15 April 2019.Dalam audiensi ini tim diterima oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta (Bpk. H. Saiful Mujab) beserta tim yang terdiri dari Kabag TU (Bpk. H. Sadirin), Kasubbag Informasi dan Humas (Bpk. Affan Sofwan), Bagian Ortala dan Kepegawaian (Bpk. Chairul), Bagian Pendidikan Madrasyah (Bpk. Eka), Kasi Pondok Pesantren Bagian Pendidikan Agama Islam dan Keagamaan Islam (Bpk. H. Dadi Suryadi), Bidang Penerangan Agama Islam (Bpk. Saiful Amri) dan Bidang Urusan Agama (Bpk. Romelan)Dalam audiensi ini tim memberikan gambaran program P4GN sesuai dengan Inpres No. 6 Th.2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN yang dapat disinergikan antara pihak kanwil dengan BNNP DKI JakartaHasil dari audiensi ini didapat informasi yaitu sebagai berikut:1. Program P4GN yang akan lebih disinergikan antara pihak Kanwil dengan BNNP DKI Jakarta diantaranya sosialisasi P4GN yang sesuai dengan bidangnya yaitu sebagai berikut: a) bidang madrasyah mulai dari MI, MTS maupun Aliyah baik untuk guru, pegawai dan juga peserta didik, b) bidang pendidikan agama islam dan keagamaan islam terutama bagi pesantren yang belum pernah dilakukan sosialisasi, c) bidang urusan agama sosialisasi bagi para calon pengantin dapat dilakukan pada saat kegiatan bimbingan perkawinan sebagai bekal calon pengantin kedepannya d) bidang penerangan agama islam bagi para penyuluh agama agar para penyuluh mendapat bekal ilmu pengetahuan mengenai P4GN sehingga materi Narkoba dapat disinergikan dengan materi agama2. Program P4GN lainnya yaitu deteksi dini melalui tes urine yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan bagi pegawai kanwil dengan metode sampling yang bekerja sama dengan BNNP DKI Jakarta dan mengenai tes urine bagi para calon pengantin hendaknya tidak berbenturan dengan pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin3. Pihak kanwil akan segera menerbitkan surat edaran atau surat himbauan mengenai pelaksanaan program P4GN agar semua bidang di lingkungan kanwil Kemenag Prov. DKI Jakarta beserta jajarannya dapat mempedomaninya.


Kamis, 21 Februari 2019

Koordinasi dalam Rangka Pelaksanaan Advokasi di BNNK Jakarta Utara

BNNP DKI Jakarta - Kegiatan Koordinasi dalam Rangka Pelaksanaan Advokasi di BNNK Jakarta Selatan dilaksanakan oleh Tim Seksi Pencegahan BNNP DKI Jakarta yang tediri dari Plt. Kasi Pencegahan Rina Astuti dan Penyuluh Narkoba Ahli Pertama Nanda Paramita, Kamis 21 Februari 2019.Dalam koordinasi ini, tim diterima oleh Kepala BNNK Jakarta Utara, AKBP Yuanita Amelia Sari, SE, M.Si, dan Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Jakarta Utara Fika Dewi Rahmawati S.PsiDalam kesempatan ini, tim memberikan gambaran tentang pelaksanaan pengisian aplikasi tentang Rencana Aksi Nasional Inpres No. 6 tahun 2018 dan penjelasan tentang Peraturan BNN Nomer 8 tahun 2018 tentang Standar Kompetensi Relawan Anti Narkotika.Hasil dari koordinasi ini diperoleh informasi bahwa :1. BNNK Jakarta Utara sudah mengisi aplikasi tentang Inpres No. 6 tahun 2018 dan menginput laporan kedalam aplikasi hanya saja terkendala dalam hal konfirmasi ke PIC2. Terkait dengan pelaksanaan Inpres Nomor 6 tahun 2018 yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta Utara, BNNK Jakarta Utara telah berhasil bersinergi dengan pemerintah setempat dengan dikeluarkannya Instruksi Walikota Jakarta Utara Nomor 11 tahun 2019 tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dan Prekursor Narkotika di Kota Administrasi Jakarta Utara3. Terkait dengan Peraturan BNN tentang Standar Kompetensi Relawan, BNNK Jakarta Utara melihat bahwa peraturan tersebut sulit diterapkan sehingga BNNK Jakarta Utara mempunyai ide untuk berkolaborasi dengan ormas - ormas aktif yg berada dibawah naungan Badan Kesbangpol Kota Jakarta Utara dalam hal perekrutan relawan anti narkoba dikarenakan mengingat keberhasilan pencapaian relawan tahun lalu dari 50 orang relawan yang aktif tidak ada separuhnya dengan catatan tidak menyalahi aturan perbadan yang berlaku.4. BNNK Jakarta Utara sudah melakukan revisi anggaran untuk kegiatan asistensi dalam rangka pembentukan relawan anti narkoba disesuaikan dengan Perbadan yang berlaku untuk pelaksanaan kegiatannya menunggu informasi dan arahan lebih lanjut dari BNN RI.


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP DKI JAKARTA

118

Total Kasus Narkoba

152

Total Tersangka Kasus Narkoba

1,833

Total Pasien Penyalahgunaan

290

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

508,632

Jumlah Sebaran Informasi